Skripsi
Pengaruh masa kerja pribadi dan struktur kepemilikan terhadap earnings surprise management / M. Amirul Albab
Abstrak
Earnings surprise management adalah kebijakan perusahaan ketika laba yang terjadi tidak sesuai harapan. Earnings surprise management dibagi menjadi dua yaitu positive earnings surprise dan negative earnings surprise. Positive earnings surprise adalah laba yang dihasilkan perusahaan lebih besar daripada laba yang diharapkan pada awal periode dan negative earnings surprises merupakan lawan dari positive earnings surprise. Chief executive officer (CEO) cenderung menghindari negative earnings surprises daripada positive earnings surprise karena reaksi pasar yang besar sehingga dapat menyebabkan penurunan harga saham perusahaan dan penilaian kinerja manajerial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebijakan yang diambil perusahaan ketika menghadapi negative earnings surprise. Hal ini ditinjau dari lama masa kerja pribadi antara chief executive officer (CEO) dengan auditor dan struktur kepemilikan apakah berpengaruh terhadap kebijakan perusahaan dalam menghadapi negative earnings surprise. Penelitian ini menggunakan obyek perusahaan non-keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2016-2018. Rancangan penelitian diawali dengan tahap pemilihan sampel dengan metode purposive sampling kemudian dilanjutkan dengan analisis regresi logistik. Analisis regresi logistik digunakan untuk menguji apakah probabilitas terjadinya kebijakan untuk menghindari negative earnings surpirse dapat diprediksi dengan variabel masa kerja pribadi dan struktur kepemilikan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masa kerja pribadi antara chief executive officer (CEO) dengan auditor memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap kemungkinan perusahaan untuk melakukan upward earnings management. Hasil tersebut menunjukkan bahwa menurunnya independensi auditor disebabkan masa kerja pribadi yang lama antara auditor dan chief executive officer (CEO) mendorong manajemen untuk melakukan manajemen laba untuk menghindari negative earnings surpirse. Implikasi dari penelitian ini adalah perusahaan dapat merotasi auditor eksternal secara teratur karena hal tersebut dapat meminimalisir independensi auditor berkurang sehingga kualitas audit tetap baik. Selain itu bagi auditor agar lebih meningkatkan independensi dalam mengaudit sebuah laporan keuangan karena sebuah independensi memberikan efek yang besar dalam karir seorang auditor seperti dengan sengaja menurunkan kualitas laporan keuangan dapat membuat auditor tidak dilirik kembali oleh perusahaan lain sehingga mematikan karir auditor dan begitupun sebaliknya.