Skripsi
Evaluasi capaian kinerja pekerjaan arsitektur proyek pembangunan gedung dengan metode earned value management yang diintegrasikan dengan support vector machine model / Maulyda Nurannisa
Abstrak
Manajemen proyek berguna untuk meminimalkan resiko kerugian bagi pengelola proyek. Oleh sebab itu aspek anggaran biaya durasi pelaksanaan dan spesifikasi kerja dalam suatu proyek harus direncanakan dan dievaluasi dengan baik agar proyek berjalan sesuai target. Penelitian ini menggunakan objek studi data pekerjaan arsitektur Gedung Kuliah Bersama (GKB) Universitas Negeri Malang (UM) yang difokuskan pada evaluasi pekerjaan arsitektur. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model evaluasi capaian kinerja pekerjaan arsitektur dengan menggabungkan metode Earned Value Management (EVM) dan Support Vector Machine (SVM) model. Integrasi antara kedua metode tersebut mampu menghasilkan prediksi waktu penyelesaian proyek dan analisis perlambatan atau percepatan kinerja proyek terhadap jadwal semestinya. Rancangan penelitian dimulai dengan mengelompokkan data pekerjaan arsitektur menjadi tujuh kelompok analisis guna mengetahui kinerja tiap kelompok berdasarkan jenis pekerjaan interior atau pekerjaan eksterior. Metode EVM dilakukan dengan perhitungan beberapa variabel yaitu Planned Value (PV) Earned Value (EV) dan Actual Duration (AD). Sedangkan dalam pembentukan model prediktif SVM yang optimal dilakukan pengujian parameter sebanyak 27 kali dengan modifikasi 3 faktor dan 3 level. Parameter SVM yang digunakan berupa tipe kernel Radial Basis Function (RBF) complexity (C) sebesar 150 dan gamma ( ) sebesar 0.01. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kinerja pekerjaan arsitektur GKB UM secara keseluruhan mengalami keterlambatan waktu dengan nilai Schedule Variance (SVt) sebesar -13.53 minggu dan nilai Schedule Performance Index (SPIt) sebesar 0.83. Evaluasi model SVM pada kelompok kumulatif memberikan nilai Root Mean Square Error (RMSE) sebesar 0.565 dan R Correlation (R2) sebesar 0.999. Hasil model prediksi waktu penyelesaian proyek tersebut mengalami penyimpangan jadwal atau Schedule Variance (SVt) sebesar -9.47 dan indeks performansi atau Schedule Performance Index (SPIt) sebesar 0.88. Dengan demikian terdapat perbedaan antara durasi proyek sebenarnya (80 minggu) dengan durasi model prediksi (76 minggu) dengan varians sebesar 4 minggu. Hasil pengembangan model prediksi waktu penyelesaian proyek dengan algoritma SVM dinilai lebih optimal karena di dalamnya tidak terdapat perbedaan atau penyimpangan yang signifikan antara durasi sebenarnya dan durasi prediksi. Keterlambatan proyek diakibatkan oleh kendala masalah cuaca kerusakan tower crane (TC) ketidaksesuaian hasil pekerjaan dengan spesifikasi pada pekerjaan rangka plafond dan Homogeneous Tile (HT) serta permasalahan administratif karena perubahan Bill of Quantity (BoQ).