Skripsi
Analisis dan mitigasi risiko rantai pasok melalui pendekatan model green supply chain operation reference dengan metode hor (house of risk) dan dematel pada PT.. Tematik Indonesia utama / Rania Alifia
Abstrak
Perkembangan sektor industri manufaktur dianggap sebagai suatu aktivitas yang banyak membuat pengaruh karena membuat perubahan pada lingkungan. Melihat banyak nya pengaruh buruk dan diikuti dengan kemungkinan risiko akan ditimbulkan oleh perusahaan serta menghadapi tekanan besar dari berbagai pemangku kepentingan untuk menyeimbangkan masalah lingkungan maka perusahaan mulai lebih memperhatikan kondisi lingkungannya dengan menerapkan konsep green industries di setiap alur rantai pasok nya. Konsep Green Supply Chain Management merujuk pada dimana perusahaan berusaha dalam meminimalisasi efek negatif yang diakibatkan dari suatu aktivitas organisasi serta rantai pasokannya terhadap lingkungan sekitar. Namun belum semua industri menerapkan rantai pasok hijau termasuk salah satunya adalah PT Tematik Indonesia Utama. Oleh sebab itu sebuah manajemen risiko digunakan dalam meminimalkan dampak yang dapat merugikan perusahaan dan lingkungan sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi risiko dan sumber risiko yang terjadi pada rantai pasok perusahaan prioritas sumber risiko dan strategi mitigasi risiko untuk mengatasi penanganan sumber risiko. Terdapat 3 variabel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu risk event risk agent dan preventive action Metode yang digunakan yaitu Dematel untuk melihat risiko yang harus dikendalikan dan lebih diperhatikan. Kemudian dilanjutkan dengan House of Risk (HOR) dimana HOR fase 1 untuk menganalisis tingkat keparahan risiko dan probabilitas sumber risiko. HOR fase 2 digunakan untuk menganalisis aksi penanganan yang dapat digunakan sebagai penanganan sumber risiko. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif. Data diperoleh dari pengisian kuesioner dan wawancara. Responden yang digunakan dalam penelitian ini adalah 4 responden ahli. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan didapatkan total sebanyak 24 risiko dengan 39 sumber risiko yang mengikuti terjadi di rantai pasok perusahaan. Hasil perhitungan HOR fase 1 didapatkan 12 sumber risiko dominan pada masing-masing proses. Proses plan mendapatkan 3 risk agent dominan proses source 2 risk agent dominan proses make 3 risk agent dominan proses delivery 3 risk agent dominan dan proses return 1 risk agent dominan. Hasil perhitungan HOR fase 2 menunjukkan preventive action prioritas untuk menangani risk agent dominan. Preventive action prioritas tersebut antara lain memberikan pelatihan karyawan mengenai bahan berbahaya memilih supplier yang sudah memiliki sertifikat untuk pengelolaan lingkungan atau ISO 14001 membuat penampungan khusus untuk limbah zat berbahaya menggunakan bahan bakar ramah lingkungan dan melakukan proses daur ulang untuk limbah.