Skripsi
Peran pendidik Pos PAUD dalam pelaksanaan pembelajaran berwawasan gender di Kecamatan Sukun Kota Malang / Dina Hamdani Syakur
Abstrak
RINGKASAN Syakur Dina Hamdani. 2020. Peran Pendidik Pos PAUD dalam Pelaksanaan Pembelajaran Berwawasan Gender di Kecamatan Sukun Kota Malang. Skripsi. Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Ellyn Sugeng Desyanty S.Pd M.Pd (II) Dr. Zulkarnain M.Pd M.Si Kata Kunci peran pendidik pos paud pembelajaran berwawasan gender Proses pembelajaran kesetaraan gender harus diberikan sejak dini agar kedepannya para peserta didik tidak memiliki sikap yang diskriminatif terhadap orang-orang disekelilingnya. Pendidik adalah agen perubahan yang menentukan terciptanya kesetaraan gender dalam pendidikan melalui proses pembelajaran yang peka gender. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan peran pendidik Pos PAUD dalam pembelajaran berwawasan gender yang terdapat dalam proses pembelajaran pengelolaan kelas metode pembelajaran dan media pembelajaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kuantitatif deskriptif. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah para pendidik Pos PAUD di Kecamatan Sukun yang berjumlah 127 orang. Dari populasi tersebut diambil 25% sehingga terdapat 32 orang reponden sebagai sampel dengan menggunakan sampel acak. Pengumpulan data menggunakan angket/kuesioner dimana dalam teknik analisisnya menggunakan presentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) peran pendidik Pos PAUD dalam proses pembelajaran berwawasan gender memiliki presentase 82% dan termasuk dalam kategori sangat baik. Hal ini dapat dilihat dari cara pendidik memperlakukan peserta didik laki-laki dan perempuan secara adil. Dengan tidak adanya diskriminasi antara peserta didik laki-laki dan perempuan sehingga mereka mendapatkan akses partisipasi kontrol serta manfaat yang setara dalam proses pembelajaran (2) peran pendidik Pos PAUD dalam pengelolaan kelas berwawasan gender memiliki presentase 85% dan termasuk dalam kategori sangat baik. Hal ini dapat dilihat dari cara pendidik memberikan dukungan penuh untuk berpartisipasi dalam proses pembelajaran di dalam kelas tanpa membedakan antara peserta didik laki-laki dan perempuan sehingga peserta didik mampu mencapai hasil belajar yang optimal (3) peran pendidik Pos PAUD dalam metode pembelajaran berwawasan gender memiliki presentase 83% dan termasuk dalam kategori sangat baik. Hal ini diwujudkan dengan memberikan pemahaman relasi kepada peserta didik antara laki-laki dan perempuan. Relasi tersebut terwujud dalam bentuk-bentuk permainan kebersamaan di sekolah serta bentuk-bentuk perlakuan yang diperlihatkan oleh pendidik. Peran tersebut diwujudkan dengan menyisipkan pembelajaran berwawasan gender melalui implementasi sikap kehidupan sehari-hari sebagai upaya untuk membentuk kerangka berpikir dan perilaku peserta didik (4) peran pendidik Pos PAUD dalam penggunaan media pembelajaran berwawasan memiliki presentase 77% dan termasuk dalam kategori baik. Peran tersebut diwujudkan dengan menyediakan media-media pembelajaran yang mendukung peserta didik untuk mengembangkan potensi dan kreasi tanpa terpaku dengan jenis kelaminnya. Dalam hasil penelitian disarankan (1) pendidik pos PAUD dengan adanya penelitian ini para pendidik mendapatkan informasi dan pemahaman tentang pembelajaran berwawasan gender sekaligus menjadi bahan evaluasi dalam pembelajaran di sekolah (2) Lembaga Pos PAUD perlunya pelaksanaan kegaiatan parenting tentang pendidikan berwawasan gender agar proses pendidikan berwawasan gender yang sudah dilaksanakan di sekolah berkesinambungan dengan lingkungan keluarga dan masyarakat (3) peneliti selanjutnya penelitian ini dapat menjadi referensi penambah ilmu pengetahuan untuk mengembangkan penelitian mengenai pendidikan yang berwawasan gender.