Skripsi
Manajemen modal kerja pada ekowisata Boon Pring desa Sanankerto, kabupaten Malang / Nindya Hana Maulidha
Abstrak
Maulidha Nindya Hana. 2020. Manajemen Modal Kerja pada Ekowisata Boon Pring Desa Sanankerto Kabupaten Malang. Skripsi. Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dr. Ely Siswanto S.sos. M.M. Kata Kunci Modal Kerja Manajemen Modal Kerja Ekowisata Boon Pring Penelitian ini bertujuan mendiskripsikan pengelolaan modal kerja yang dilakukan oleh Ekowisata Boon Pring. Adapun fokus penelitian dalam penelitian ini yaitu 1) Arti penting modal kerja bagi Ekowisata Boon Pring 2) Perencanaan modal kerja Ekowisata Boon Pring 3) Pengorganisasian modal kerja Ekowisata Boon Pring dan 4) Pengendalian modal kerja Ekowisata Boon Pring. Ekowisata Boon Pring merupakan usaha wisata berbasis bambu yang dikelola oleh BUMDes Kerto Raharjo Desa Sanankerto Kabupaten Malang. Keberhasilan mengelola sumber daya yang ada di desa mengantarkan Ekowisata Boon Pring menjadi salah satu ekowisata terbaik di Provinsi Jawa Timur Penelitian ini menggunakan jenis pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data yang diperoleh secara langsung melalui wawancara mendalam dan dokumentasi. Pengecekan keabsahan data menggunakan dua teknik triangulasi yaitu triangulasi sumber (pengecekan keabsahan data dengan membandingkan data yang diperoleh dari berbagai sumber) dan triangulasi teknik (pengecekan keabsahan data dari sumber yang sama dengan teknik yang berbeda) Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa modal kerja bagi Ekowisata Boon Pring terdiri atas modal keuangan dan modal sosial yang digunakan untuk membiayai dan mendukung kegiatan operasional perusahaan. Ekowisata Boon Pring menerapkan manajemen modal kerja dalam pengelolaannya yaitu perencanaan pengorganisasian dan pengendalian. Perencanaaan modal kerja dilakukan dengan analisa kebutuhan rancangan dana dan target penjualan. Pengorganisasian modal kerja dilakukan dengan perealisasian perencanaan yang telah dilakukan sebelumnya. Pengendalian modal kerja dilakukan dengan pencatatan pelaporan harian serta evaluasi mingguan.