UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Skripsi

Uji in vitro ketahanan tanaman kentang (solanum tuberosum) mahl 1, mahl 3, mahl 4 dan mahl 9 terhadap penyakit layu bakteri ralstonia solanacearum dan analisis respon fisiologi kentang terpilih / Syifa Salsabila Nurhadi

Nurhadi, Syifa Salsabila - Nama Orang;

Abstrak
Produksi kentang di Indonesia hanya mampu memenuhi 10% dari kebutuhan nasional sebesar 14 juta ton/tahun. Salah satu penyebabnya adalah ketersediaan benih yang kurang memadai. Kendala utama dalam ketersediaan bibit kentang disebabkan karena terserang penyakit layu akibat adanya aktivitas bakteri Ralstonia solanacearum (R. Solanacearum) sehingga diperlukan benih yang tahan terhadap penyakit tersebut. BB Biogen telah mengembangkan beberapa induk tanaman putatif transgenik (aiiA) dengan berbagai tingkat ekspresi gen aiiA yang diduga tahan terhadap R. solanecearum yaitu yaitu klon Mahl 1 Mahl 3 Mahl 4 dan Mahl 9. Tujuan penelitian ini mengetahui bagaimana ketahanan klon kentang Mahl 1 Mahl 3 Mahl 4 dan Mahl 9 terhadap bakteri R. solanacearum menggunakan uji ketahanan secara invitro serta mengetahui respon fisiologis tanaman kentang terseleksi dengan indikator kandungan asam salisilat yang dihasilkan aktivitas enzim peroksidase dan aktivitas enzim polifenol oksidase. Penelitian ini merupakan penelitian eksplorasi deskriptif laboratoris. Tahap penelitian terdiri dari (1) Perbanyakan 4 varian tanaman kentang putatif transgenik (aiiA) (2) Perbanyakan biakan isolat murni R. Solanacearum (3) Uji ketahanan tanaman kentang terhadap bakteri penyebab penyakit layu R. solanacearum secara in vitro ditentukan berdasarkan persentase ketahanan dan respon fisiologis tanaman yang dihasilkan setelah inokulasi bakteri meliputi kandungan asam salisilat aktivitas enzim peroksidase dan polifenol oksidase. Hasil menunjukkan Mahl 4 merupakan klon terseleksi paling tahan terhadap R. solanacearum. Klon Mahl 4 memiliki persentase ketahanan tertinggi yaitu 82 7% pada periode inkubasi selama 6 jam setelah inokulasi dibandingkan dengan klon Mahl 1 Mahl 3 dan Mahl 9 yang memiliki persentase ketahanan masing-masing berturut-turut 56 1% 70 7% dan 51 6% dan kentang non transgenik sebesar 30 %. Respon fisiologis klon Mahl 4 selama pengujian ketahanan secara in vitro yaitu terjadi peningkatan asam salisilat setelah diinokulasi bakteri R. solanacearum sebesar 31 24% tetapi diduga tidak terjadi peningkatan enzim peroksidase dan polifenol oksidase.


Informasi Detail
DDC
Rs 579.3 NUR u
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Kimia, 2021.
Deskripsi Fisik
xii, 52 lembar : il. ; 30 cm.
Bahasa
Indonesia
No Reg
02420/KI/22
Edisi
Skripsi (Sarjana)--Universitas Negeri Malang. 2021
Subjek
1. BAKTERI RALSTONIA SOLANA CEARUM
2. KENTANG - KETAHANAN
3. RALSTONIA SOLANA CEARUM BACTERIA

Pembimbing
1. Evi Susanti
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik