Skripsi
Optimasi sintesis bioplastik karboksi metil selulosa (kms)-keratin berbasis limbah bulu ayam / Janis Kafidzul Luthfi
Abstrak
Bulu ayam berpotensi sebagai biomaterial untuk pengembangan bioplastik dikarenakan bulu ayam mengandung 90% keratin yang bersifat biokompatibel dan biodegradabel. Pada penelitian sebelumnya telah disintesis poliblend dari keratin bulu ayam dan karboksi metil selulosa (KMS). Poliblend KMS/keratin memiliki sifat mekanik yang rapuh sehingga perlu dilakukan optimasi melalui penambahan plasticizer yang tepat untuk meningkatkan elastisitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan poliblend KMS/keratin dengan perbandingan yang optimum dan mengetahui pengaruh penambahan plasticizer gliserol untuk menghasilkan sifat mekanik yang optimum dari poliblend KMS/keratin. Proses ekstraksi keratin menggunakan metode pengasaman. Proses sintessis dilakukan dengan memblending larutan keratin dengan larutan KMS dengan penambahan plasticizer gliserol. Ekstrak keratin diperoleh dengan kadar protein sebesar 1 545 0 002 mg/mL. Bioplastik dihasilkan dari campuran keratin KMS dan plasticizer dengan ciri-ciri berwarna kuning dan transparan. Semakin banyak penggunaan keratin menyebabkan peningkatan hidrofilisitas bioplastik yang berpengaruh pada proses pengelupasannya dari cetakan. Spektra hasil analisis FTIR menunjukkan munculnya puncak serapan amida A amida II amida III serta regangan S-S dan C-S yang membuktikan bahwa keratin memadu dengan baik. Hasil SEM menunjukkan permukaan bioplastik memiliki struktur mikro yang homogen dan padat. Berdasarkan data DMA karakteristik terbaik dimiliki oleh bioplastik pada perbandingan 5/1 (KMS/keratin) dengan penambahan 25% b/b gliserol sebagai plasticizer. Bioplastik tersebut memiliki massa jenis sebesar 0.931 g/cm3 dengan waktu degradasi selama 10 hari didalam tanah lembab.