Skripsi
Memperjuangkan ruang sosial: perlawanan warga Sepat di Kelurahan Lidah Kulon Surabaya Barat / Dwi Mulyani Indrawati
Abstrak
Surabaya sebagai ibukota provinsi Jawa Timur tentu masif sekali dengan adanya pembangunan. Pembangunan dilakukan guna menambah fasilitas yang dibutuhkan di kota dengan gencarnya pembangunan yang dilakukan membuat keberadaan lahan menjadi perebutan dan bahan investasi menguntungkan yang menimbulkan perlawanan. Seperti halnya perlawanan antara warga dengan pihak pengembang yang disebabkan karena adanya perubahan penting atas tempat-tempat umum akibat peralihan kewenangan yang terjadi di Waduk Sepat Kelurahan Lidah Kulon Surabaya Barat. Rumusan masalah di dalam penelitian ini adalah 1) Bagaimana latar belakang terjadinya perubahan ruang di Waduk Sepat 2) Bagaimana resistensi warga terhadap perubahan ruang di Waduk Sepat . Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi wawancara dan dokumentasi yang diambil dalam bentuk foto dan video. Kemudian proses analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yaitu reduksi data penyajian data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Sedangkan keabsahan data menggunakan teknik triangulasi dan pengecekan sejawat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) latar belakang terjadinya perubahan ruang karena adanya tukar guling antara pemerintah kota yang menukarkan lahan berupa waduk sepat dengan lahan yang berada dikawasan Pakal milik pihak Ciputra. Salah satu poin dalam tukar guling tersebut dirasa tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya memicu perselisihan dan perlawanan. 2) resistensi yang digunakan lebih condong pada resistensi terbuka. Bentuk resistensi dilakukan dengan aksi protes demonstasi dan jalur hukum.