Skripsi
Pemetaan tingkat rawan longsor di kecamatan Batu, kota Batu tahun 2019 / Dimas Bagus Pamungkas
Abstrak
Longsor merupakan salah satu ancaman yang dapat terjadi apabila pada kondisi lahan tertentu seperti kemiringan lereng yang curam kemudian dimanfaatkan secara tidak tepat oleh manusia. Kecamatan Batu termasuk daerah lereng / bukit. Luas kawasan Kecamatan Batu secara keseluruhan adalah sekitar 45.45 km2 atau sekitar 22 83% dari total luas Kota Batu. Sepanjang tahun 2014 hingga akhir 2019 terdapat 43 kejadian longsor dan gerakan tanah dengan level rendah sampai tinggi (BPBD JATIM 2019). Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui sebaran longsor di Kecamatan Batu. (2) Menentukan Tingkat Bahaya Longsor. (3) Menganalisis faktor faktor yang mempengaruhi tingkat bahaya longsor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah skoring faktor faktor penyebab tanah longsor meliputi kemiringan lereng curah hujan jenis tanah bentuk lahan permeabilitas dan tekstur tanah. Data-data pembuatan peta ada Digital Elevation Model (DEM) Cropping Shapefile batas administrasi Kecamatan Batu Peta Geologi Lembar Malang Sentinel 2A. Hasil dari analisis data didapatkan bahwa terdapat 5 kelas kerawanan longsor yaitu sangat rendah rendah sedang tinggi dan sangat tinggi. Bentuk Lahan Dataran Antar Gunungapi (V13) Lereng Bawah Gunung api (V5) dan Kaki Gunungapi (V6) termasuk daerah yang memiliki kelas kerawanan longsor sangat rendah hingga rendah. Bentuk lahan Lereng Atas Gunungapi (V3) Lereng Bawah Gunungapi (V5) dan Kaki Gunungapi (V6) termasuk kelas kerawanan longsor sedang. Bentuk lahan Kerucut Parasiter (V22) memiliki kelas kerawanan longsor sangat tinggi.