Skripsi
Pengembangan panduan pelaksanaan layanan bimbingan kelompok untuk mencegah kecenderungan menyontek siswa SMP Brawijaya Smart School / Nurussakinah
Abstrak
Kecenderungan menyontek merupakan perilaku tidak jujur yang dilakukan oleh siswa untuk mendapatkan nilai yang bagus dengan cara-cara yang curang. Permasalahan menyontek ternyata tidak hanya berhenti ketika dibangku sekolah saja tetapi juga terus berlanjut hingga keperguruan tinggi. Faktor yang mendasari siswa menyontek terbagi menjadi faktor internal dan faktor eksternal. Tujuan dari penelitian pengembangan ini adalah untuk menghasilkan panduan pelaksanaan layanan bimbingan kelompok untuk mencegah kecenderungan menyontek siswa SMP. Hasil akhir penelitian dan pengembangan ini dapat digunakan oleh konselor sekolah untuk memberikan layanan bimbingan kelompok untuk mencegah kecenderungan meyontek siswa SMP terkhusus SMP Brawijaya Smart School yang menjadi tempat penlitian dan pengembangan ini. Sejauh ini guru BK di SMP Brawijaya Smart School belum pernah memberikan layanan bimbingan dan konseling untuk mencegah kecenderungan menyontek siswa di SMP Brawijaya Smart School. Metode penelitian dan pengembangan ini mengadaptasi langkah-langkah pengembangan oleh Borg dan Gall (1983) yang terdiri dari sepuluh langkah akan tetapi penelitian dan pengembangan ini hanya menggunakan tujuh langkah. Ketujuh langkah yang dilakukan adalah (1) pengumpulan data (2) perencanaan (3) pengembangan draf produk (4) uji coba ahli (5) revisi produk (6) uji coba lapangan dan (7) revisi produk. Hasil penelitian pengembangan menunjukkan bahwa panduan yang dikembangkan memiliki tingkat keberterimaan yang tinggi. Aspek penilaian dalam penilaian uji ahli dan uji calon pengguna adalah aspek ketepatan kegunaan kemudahan dan kemenarikan. Secara rinci dibagi menjadi hasil validasi dari para ahli menunjukkan bahwa produk yang dikembangkan sangat layak digunakan dengan persentase (1) 97% dari ahli materi yang memiliki interpretasi bahwa panduan ini sangat layak digunakan (2) 93 2 dari ahli media yang memiliki interpretasi bahwa panduan ini sangat layak digunakan dan (3) 86 5% dari calon pengguna produk (konselor sekolah ) yang memiliki interpretasi bahwa panduan ini sangat layak digunakan. Berdasarkan hasil penelitian dan pengembangan ini dapat disimpulkan bahwa panduan yang dikembangakan yaitu Panduan Pelaksanaan Layanan Bimbingan Kelompok untuk Mencegah Kecenderungan Menyontek Siswa SMP sangat layak digunaan serta memenuhi keseluruhan aspek penilaian. Saran untuk konselor adalah mempelajari materi dan memahami prosedur pelaksanaan sesuai dengan RPLBK yang terlampir di dalam panduan agar konselor dapat memberikan layanan bimbingan kelompok dengan maksimal dan dapat membantu mencegah kecenderungan menyontek siswa.Saran yang ditujukan kepada peneliti selanjutnya adalah diharapkan menguji keefektifan panduan ini.