Skripsi
Peningkatan Motorik halus melalui menjahit jenis-jenis pola baju pada anak kelompok a TK Plus Wahidiyah Sukun Kota Malang / Kholifatur Rohmah
Abstrak
Rohmah Kholifatur. 2020. Peningkatan motorik halus melalui menjahit jenis-jenis pola baju pada anak kelompok A di TK Plus Wahidiyah Sukun Kota Malang. Skripsi program studi S1-Pendidikan Anak Usia Dini Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. Usep Kustiawan M.Sn. (II) Suryadi S.Sn. Kata Kunci Motorik Halus Menjahit Pada Anak Usia Dini Jenis Jenis Pola Baju Berdasarkan hasil observasi pada anak kelompok A TK Plus Wahidiyah Sukun dan wawancara yang telah dilakukan oleh peneliti dengan guru kelompok A. Kegiatan menjahit pernah dilakukan satu kali tetapi hasil yang diperoleh belum maksimal sekitar 12 anak berada pada kriteria belum berkembang dan mulai berkembang (BB dan MB) sedangkan 3 anak berada pada kriteria berkembang sesuai harapan (BSH) sisanya 2 anak berkembang sangat baik. Hal tersebut menunjukkan bahwa perkembangan motorik halus anak kelompok A pada kegiatan menjahit masih kurang sehingga perlu adanya stimulus lebih lanjut. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan penerapan kegiatan menjahit jenis-jenis pola baju pada anak kelompok A dan untuk mengetahui peningkatan motorik halus melalui kegiatan menjahit jenis-jenis pola baju pada anak kelompok A TK Plus Wahidiyah Sukun. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas analisis data yang digunakan yaitu analisis data kualitatif dimana peneliti menggunakan deksriptif dari data hasil observasi wawancara dan dokumentasi. Analisis data kuantitatif yaitu digunakan untuk melihat capaian perkembangan anak secara klasikal. Penelitian ini dilakukan dalam tiga tahap yaitu tahap pra tindakan siklus I dan siklus II. Setiap siklus terdapat dua kali pertemuan yaitu pertemuan pertama dan pertemuan kedua. Terdapat empat indikator penilaian yang digunakan dalam kegiatan menjahit yaitu ketuntasan hasil jahitan kesesuaian alur jahitan menali berbentuk pita mewarnai gambar tanpa keluar dari garis. Ketuntasan belajar secara klasikal pada penelitian pra tindakan mendapatkan hasil 17.6%. Penelitian siklus I pertemuan pertama mendapatkan hasil 23.5% pertemuan kedua 70.5% sedangkan siklus II pertemuan pertama mendapatkan hasil 82.3% pertemuan kedua 88.2%. Ketuntasan belajar secara klasikal pada siklus II pertemuan kedua sudah mencapai kriteria yang ditetapkan. Sehingga peneliti tidak perlu melakukan penelitian lebih lanjut. Berdasarkan data tersebut bahwa kegiatan menjahit jenis-jenis pola baju dapat meningkatkan motorik halus anak kelompok A TK Plus Wahidiyah Sukun. Peneliti menyarankan agar guru dapat menerapkan kegiatan menjahit jenis-jenis pola baju pada saat sub tema pakaian untuk menstimulus motorik halus. Peneliti selanjutnya dapat menjadikan penelitian ini sebagai rujukan dalam melakukan penelitian serupa.