Skripsi
Upaya ibu muda pada pendidikan seks dalam keluarga di Desa Morosunggingan Kecamatan Peterongan Kabupaten Jombang / Triaz Vormazillah
Abstrak
ABSTRAK Vormazillah Triaz. 2020. Upaya Ibu Muda pada Pendidikan Seksual dalam Keluarga di Desa Morosunggingan.Skripsi. Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Sri Wahyuni S.Pd M.Pd dan (II) R Anggia Listyaningrum S.Pd M.Pd. Kata Kunci Pendidikan Seksual dalam Keluarga. Pendidikan seksual merupakan hal yang masih dianggap tabu dalam pandangan masyarakat saat ini. Salah satu faktor yang menyebabkan hal tersebut adalah kurangnya informasi tentang pendidikan seksual khususnya pada masyarakat desa. Hal ini dapat menjadi salah satu faktor meningkatnya tindak pelecehan dan penyimpangan seksual. Banyaknya tindak negative ini kemudian mendorong orang tua untuk mulai memberikan pendidikan seksual sejak dini pada anak-anaknya. Kegiatan pemberian pendidikan seksual ini dilakukan dalam keluarga dan ibu menjadi salah satu yang memiliki kewajiban tersebut. Tujuan Penelitian ini adalah (1) Mendeskripsikan seberapa tinggi upaya ibu muda untuk mempelajari pendidikan seksual dalam keluarga. (2) Mendeskripsikan seberapa tinggi upaya ibu muda untuk memahami pendidikan seksual dalam keluarga. (3) Mendeskripsikan seberapa tinggi upaya ibu muda untuk menerapkan pendidikan seksual dalam keluarga. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Untuk mengetahui tujuan tersebut penelitian ini dilakukan dengan rancangan deskriptif kuantitatif data diambil dengan menggunakan angket dan dianalisis dengan teknik persentase. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Morosunggingan dengan sampel sebanyak 34 orang dipilih secara simple random sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa upaya ibu muda pada pendidikan seksual dalam keluarga di Desa Morosunggingan Kecamatan Peterongan Kabupaten Jombang sudah tinggi. Hal ini ditunjukkan oleh presentase hasil perolehan skor empirik dari seluruh variabel yaitu 77% yang mana data tersebut dapat dilihat pada tabel kriteria penilaian termasuk dalam kategori tinggi. Untuk meminimalisir terjadinya pelecehan dan penyimpangan seksual pada anak maka orangtua diharapkan selalu meningkatkan pemahamannya untuk melakukan upaya-upaya yang dapat mencegah pelecehan dan penyimpangan seksual.