Skripsi
Hubungan antara kedemokratisan pola asuh orang tua dan kepercayan diri anak usia 4-5 tahun / Anita Pratiwi Suryaningsih
Abstrak
Penelitian ini dilaksanakan dengan rumusan masalah 1) Bagaimana tingkat kedemokratisan pola asuh orang tua yang terdapat pada TK An Nisaa Jatiguwi Kabupaten Malang 2) Bagaimana tingkat kepercayaan diri anak usia 4-5 tahun di TK An Nisaa Jatiguwi Kabupaten Malang 3) Apakah ada hubungan antara tingkat kedemokratisan pola asuh orang tua dan kepercayaan diri anak usia 4-5 tahun di TK An Nisa Jatiguwi Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dan analisis regresi sederhana. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh orang tua dari peserta didik yang berusia 4-5 tahun yang berada di TK An Nisaa Jatiguwi Kabupaten Malang dengan jumlah 40 serta guru kelompok A. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan kuesioner/angket. Instrumen untuk pengumpulan data yang digunakan yaitu berupa kuesioner tentang pola asuh demokratis orang tua dan kuesioner tentang kepercayaan diri anak. Selanjutnya untuk menjaga keabsahan data yang diperoleh maka dilakukan uji validitas dan uji reliabilitas. Berdasarkan data yang diperoleh rata-rata kepercayaan diri anak di TK An Nisaa Jatiguwi Kabupaten Malang yaitu sebesar 40% dan berada pada kategori cukup tinggi yaitu 16 anak dari jumlah sampel 40 anak. Data hasil kuesioner pola asuh demokratis orang tua di TK An Nisaa Jatiguwi Kabupaten Malang didapat 11 orang tua menerapkan pola asuh sangat demokratis 17 orang tua yang menerapkan pola asuh demokratis 4 orang tua yang menerapkan pola asuh cukup demokratis dan 8 orang tua yang menerapkan pola asuh kurang demokratis. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara pola asuh demokratis orang tua dengan tingkat kepercayaan diri anak di TK An Nisaa Jatiguwi Kabupaten Malang. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi tingkat kedemokratisan pola asuh orang tua maka semakin tinggi pula kepercayaan diri yang akan dimiliki anak. Untuk setiap kelemahan dalam penelitian ini agar dapat menjadi acuan untuk perbaikan penelitian berikutnya guna mendapatkan hasil yang lebih optimal dalam penanaman kepribadian dan karakter yang baik sejak dini khususnya pada rasa kepercayaan diri pada anak.