Skripsi
Analisis vegetasi dan deteksi logam berat merkuri (Hg) pada tumbuhan di area bekas terbakar berdasarkan perbedaan waktu terbakar di Taman Nasional Baluran / Muly Pramesti
Abstrak
Taman Nasional Baluran merupakan kawasan konservasi dengan ekosistem yang beragam sehingga keanekaragam flora dan fauna didalamnya juga beragam. Salah satu ekosistem yang menonjol dari Taman Nasional Baluran adalah padang savana yaitu berfungsi sebagai tempat hidup dan juga penyedia makanan bagi hewan liar yang hidup di kawasan tersebut. Taman Nasional Baluran memiliki iklim monsoon dengan musim kemarau yang lebih panjang dibanding musim penghujan yakni sekitar bulan Mei-November. Musim kemarau yang panjang sering disertai terjadinya kebakaran di kawasan padang savanna yang dikhawatirkan akan mempengaruhi keanekaragaman vegetasi serta kandungan logam berat pada kawasan padang savanna. Oleh karena itu dilakukan penelitian dengan tujuan (1) menganalisis jenis tumbuhan penyusun vegetasi di area terbakar terdampak kebakaran dan tiak terbakar (2) menentukan spesies kunci di area terbakar terdampak kebakaran dan tidak terbakar serta (3) mendeteksi variasi kandungan logam berat merkuri (Hg) pada tumbuhan di area terbakar terdampak kebakaran dan tidak terbakar di Taman Nasional Baluran.. Penelitian dilakukan menggunakan metode cluster sampling dimana pengambilan sampel dilakukan dengan cara mengelompokkan stasiun penelitian menjadi tiga area yaitu area terbakar terdampak kebakaran dan tidak terbakar. Penelitian dilakukan bulan Januari-April 2020 stasiun penelitian berlokasi di Resort Perengan Taman Nasional Baluran tepatnya di HM 45 HM 21 dan HM 9. Tahapan penelitian yang dilakukan meliputi observasi lokasi penelitian pemetaan area kebakaran untuk menentukan area dan transek pengambilan sampel tumbuhan pengambilan data identifikasi spesimen tumbuhan analisis vegetasi tanaman untuk menentukan Indeks Nilai Penting dan tumbuhan yang dikonsumsi hewan liar penentuan jenis tumbuhan yang dijadikan sampel untuk uji logam berat merkuri (Hg) pengujian kadar logam berat merkuri (Hg) dan yang terakhir adalah analisis data. Data hasil penelitian meliputi tumbuhan penyusun vegetasi spesies kunci serta variasi kandungan logam berat kemudian dianalaisis secara deskriptif yaitu menjabarkan data dalam bentuk kalimat penjelasan disertai tambahan referensi dari penelitian yang telah dilakukan sebelumnya sebagai data pendukung penelitian. Penelitian yang telah dilakukan mendapatkan hasil seperti adanya perbedaan penyusun vegetasi di setiap area penelitian perbedaan ini terlihat dari jumlah jenis tumbuhan yang terdapat pada setiap area penelitian. Area terbakar cenderung memiliki jenis tumbuhan yang lebih banyak dibandingkan area tedampak kebakaran dan tidak terbakar. Area terbakar HM 45 terdapat 22 jenis tumbuhan HM 21 terdapat 30 jenis tumbuhan dan HM 9 memiliki 43 jenis tumbuhan. Spesies kunci di HM 45 antara lain I. cylindrica dengan INP sebesar 62.53 (di area terbakar) E. ruderalis dengan INP sebesar 63.58 (di area terdampak kebakaran dan tidak terbakar). Spesies kunci di HM 21 pada area terbakar terdampak kebakaran dan tidak terbakar adalah E. ruderalis dengan nilai INP sebesar 48.07 64.70 dan 56.85. Spesies kunci di HM 9 pada area terbakar dan terdampak kebakaran adalah P. repens dengan INP sebesar 58.90 dan 52.51 sedangkan spesies kunci pada area tidak terbakar adalah I. cylindrica dengan INP sebesar 46.72. Hasil penelitian kandungan logam merkuri (Hg) pada tumbuhan adalah logam merkuri hanya terdeteksi pada sampel E. ruderalis di area terbakar HM 9 yaitu sebesar 0.43 mg/kg. Simpulan dari penelitian ini adalah (1) Terdapat perbedaan tumbuhan penyusun vegetasi di area terbakar terdampak kebakaran serta area tidak terbakar (2) Terdapat perbedaan spesies kunci di area terbakar terdampak kebakaran serta tidak terbakar (3) Kandungan logam berat merkuri hanya terdeteksi pada sampel E. ruderalis di area terbakar HM 9.