Skripsi
Pengembangan perangkat pembelajaran berbasis discovery learning pada materi plantae untuk siswa kelas X SMA Negeri 1 Kedungwaru menggunakan taman hutan kota Tulungagung dan media lainnya / Devi Septiani
Abstrak
Sumber daya manusia yang berkualitas sangat dibutuhkan untuk menghadapi perubahan yang cepat dan kompleks di abad XXI. Kegiatan pembelajaran di sekolah membekali peserta didik dengan berbagai keterampilan yang dibutuhkan di abad XXI salah satunya melalui model discovery learning. Discovery learning menekankan pemberian fenomena di awal pembelajaran. Fenomena yang diberikan untuk mempelajari materi plantae dapat diperoleh melalui fenomena yang terdapat di lingkungan sekitarnya yaitu di Taman Hutan Kota Tulungagung. Peserta didik dihadapkan dengan berbagai tumbuhan sehingga menimbulkan pertanyaan tentang cara mengelompokkan tumbuhan ke dalam kelompok tertentu. Pertanyaan yang muncul dapat diselesaikan dengan cepat dan tepat apabila peserta didik mau bekerja sama satu dengan lain. Oleh karena itu salah satu keterampilan abad XXI yaitu keterampilan kolaborasi dapat turut dikembangkan. Media lain selain media realia berupa tumbuhan di hutan kota yang dapat mendukung pembelajaran yaitu berupa video untuk memperjelas sub materi tertentu. Analisis terhadap permasalahan pembelajaran materi plantae di sekolah mendukung kegiatan pembelajaran di Taman Hutan Kota Tulungagung. Guru belum pernah memanfaatkan hutan kota untuk menghadirkan fenomena dalam pembelajaran materi plantae. Materi plantae yang diajarkan pun terpisah pada setiap pertemuan sehingga kurang sesuai dengan tahapan dari prinsip klasikasi. Pengembangan perangkat pembelajaran dengan model ADDIE dapat menjadi solusi atas permasalahan yang terjadi. Perangkat pembelajaran yang meliputi silabus RPP instrumen penilaian UKBM gambaran lokasi dan panduan observasi disusun berdasarkan model discovery learning memanfaatkan lingkungan sekitar untuk menghadirkan fenomena dan bertujuan mengembangkan keterampilan kolaborasi peserta didik. Perangkat yang dikembangkan dilakukan uji kevalidan ke validator sebelum diimplementasikan kemudian dilakukan uji kepraktisan dan keefektifan kepada peserta didik setelah produk diimplementasikan. Hasil validasi silabus RPP instrumen penilaian UKBM gambaran lokasi dan panduan observasi berturut-turut yaitu 92 95% 95 95% 86 31% 94 51% 100% dan 86 25%. Hasil uji kepraktisan UKBM gambaran lokasi dan panduan observasi secara berturut-turut yaitu 85 6% 89 6% dan 88 4%. Hasil uji keefektifan berdasarkan soal pre dan post test sebesar 0 71 dan hasil uji keefektifan terhadap keterlaksanaan sintaks discovery learning sebesar 99 44%. Secara keseluruhan perangkat yang dikembangkan valid praktis dan efektif.