Tesis
Gaya komunikasi kepemimpinan Kepala Sekolah Perempuan (studi multi kasus di SD Islam terpadu Robbani Singosari, SD Katolik Santa Maria 1 Malang, dan SD Negeri Sumbersari 1 Malang) / Mustaghfiroh
Abstrak
Kepemimpinan yang dijalankan seseorang tidak dapat terlepas dari individu yang menjalankan kepemimpinan itu sendiri. Namun masih banyak pemikiran-pemikiran yang menghubungkan antara kemampuan individu dalam memimpin dengan aspek biologis yang dimiliki berdasarkan perbedaan gender. Di Indonesia kepemimpinan perempuan masih menjadi masalah yang rumit dalam kultur politiknya. Kepemimpinan dipandang sebagai hal yang sakral dan dianggap hanya mampu di laksanakan oleh seorang laki-laki. Begitupun dengan kepala sekolah masih banyak masyarakat Indonesia yang menganggap bahwa kemampuan menjabat sebagai kepala sekolah hanya dimiliki oleh seorang laki-laki. Faktanya gaya kepemimpinan kepala sekolah perempuan juga mampu menciptakan kepemimpinan yang efektif hal ini disebabkan karena wanita juga memiliki keunggulan dalam memerankan peran kepemimpinannya dalam suatu organisasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan persamaan dan perbedaan serta mendeskripsikan gaya komunikasi kepemimpinan kepala sekolah perempuan di SDIT Robbani Singosari SDK Santa Maria 1 Malang dan SDN Sumbersari 1 Malang. Ketiga sekolah tersebut dipilih karena dikepalai oleh seorang perempuan yang memiliki latar belakang yang berbeda dan juga memiliki visi misi karakteristik dan latar belakang lembaga yang berbeda yaitu berbasis agama Islam berbasis agama Katolik dan berbasis nasionalis atau sekolah negeri. Selain itu ketiga sekolah tersebut menarik untuk diteliti karena kompleksitas latar belakang kepala sekolah yaitu adanya perbedaan kepercayaan agama latar belakang pendidikan dan latar belakang lembaga. Berdasarkan adanya perbedaan diantara ketiga kepala sekolah maka peneliti tertarik untuk meneliti bagaimana gaya komunikasi kepemimpinan perempuan di masing-masing sekolah. Gaya komunikasi kepemimpinan merupakan tema yang layak untuk diteliti mengingat gaya komunikasi kepemimpinan adalah jembatan utama yang digunakan pemimpin dalam mengarahkan mempengaruhi dan memimpin bawahan dalam mencapai tujuan organisasi. Sehingga ini akan menjadi masalah yang menarik untuk diteliti dengan maksud untuk mengungkap bagaimana gaya komunikasi kepemimpinan perempuan di lembaga pendidikan yang memiliki visi misi karakteristik dan latar belakang lembaga yang berbeda. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan desain multi-kasus yaitu bertujuan untuk menemukan persamaan dan perbedaan gaya komunikasi kepemimpinan kepala sekolah perempuan di masing-masing sekolah yang memiliki visi misi latar belakang dan karakteristik yang berbeda (sekolah berbasis agama Islam sekolah berbasis agama Katolik dan sekolah Negeri) sehingga dapat ditarik perbandingan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara observasi dan dokumentasi. Selanjutnya data yang diperoleh diolah dengan melakukan analisis menggunakan analisis kasus individu dan analisis data lintas kasus. Kemudian data tersebut diuji keabsahannya dengan melakukan meningkatkan ketekunan triangulasi kecukupan bahan referensi dan pengecekan anggota (member check) dengan narasumber di Kasus 1 sebanyak 5 narasumber Kasus 2 sebanyak 5 narasumber begitupun Kasus 3 juga sebanyak 5 narasumber. Berdasarkan analisis data yang dilakukan maka diperoleh temuan yaitu (1) dasar pembentukan gaya komunikasi dalam kepemimpinan kepala sekolah perempuan di tiga sekolah sama-sama berdasarkan pada budaya lembaga dan faktor internal bawaan kepala sekolah (2) gaya komunikasi kepemimpinan kepala sekolah perempuan pada sekolah dasar berbasis agama Islam dan kepala sekolah di Sekolah Dasar Negeri juga berdasar pada karakteristik anggota (3) filosofi kepemimpinan juga merupakan dasar pembentukan gaya komunikasi kepemimpinan kepala sekolah dasar berbasis agama Katolik (4) kepala sekolah perempuan di tiga sekolah memiliki karakteristik gaya komunikasi kepemimpinan yang sama yaitu gaya komunikasi terbuka gaya komunikasi inklusif dan gaya komunikasi asertif (5) implementasi gaya komunikasi kepala perempuan sekolah di tiga sekolah memperlakukan anggota sebagai subjek yakni kepala sekolah memperlakukan anggota sebagai rekan kerja bukan sebagai bawahan (6) faktor pendukung gaya komunikasi kepemimpinan kepala sekolah perempuan di sekolah dasar berbasis agama Islam adalah usia dan pengalaman kerja kepala sekolah karakter kepala sekolah serta kekeluargaan dan faktor penghambatnya adalah karakter kepala sekolah (7) faktor pendukung gaya komunikasi kepemimpinan kepala sekolah perempuan di sekolah dasar berbasis agama Katolik dan kepala sekolah perempuan di Sekolah Dasar Negeri adalah hubungan akrab dan kekeluargaan dan faktor faktor penghambat gaya komunikasi kepemimpinan kepala sekolah perempuan pada kedua sekolah tersebut adalah karakter bawaan anggota. Berdasarkan hasil temuan maka peneliti merekomendasikan beberapa saran untuk Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota/Kabupaten Malang Kepala sekolah SDN Sumbersari 1 Malang Ketua Yayasan Husnur Robbani Kepala Sekolah SDIT Robbani Singosari Ketua Yayasan Dharma Putri (Karya Suster Santa Perawan Maria) Kepala Sekolah SDK Santa Maria 1 Malang Ketua Program Studi Manajemen Pendidikan dan peneliti selanjutnya. Adapun saran untuk peneliti selanjutnya yakni diharapkan dapat memperluas sasaran penelitian dengan menggunakan studi fokus yang sama namun melibatkan variabel-variabel yang berbeda serta dapat mengungkap hal-hal yang belum terjawab sehingga dapat menghasilkan temuan-temuan yang lebih komprehensif. Seperti halnya tentang bagaimana implementasi gaya komunikasi kepemimpinan perempuan pada masa pandemi yang cenderung menggunakan komunikasi virtual dilihat dari gaya kepemimpinan dan kemampuan manajerial kepala sekolah.