Tesis
wilayah Pantai Prigi Selatan / Cahyanti Wulan Suci
Abstrak
RINGKASAN Suci Cahyanti Wulan. 2021. Analisis Keterserapan Fe Ion Na Dan F- Serta Interaksinya Terhadap Koral Skeleton Wilayah Pantai Prigi Selatan. Tesis Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Sc.Anugrah Ricky Wijaya S.Si. M.Sc. (II) Dr. Irma Kartika Kusumaningrum S.Si. M.Si. Kata Kunci Fe fluorida koral skeleton Na penyerapan Tessier-Microwave total dekomposisi Ekosistem koral merupakan salah satu ekosistem yang beragam dengan sebaran yang luas diseluruh dunia. Koral hidup dengan berkoloni membentuk kerangka yang terdiri dari kalsium karbonat. Kebanyakan koral hidup bersimbiosis dengan menjadi inang dari alga simbiotik zooxanthellae atau disebut dengan koral hermatipik. Akan tetapi terdapat jenis koral yang dapat hidup tanpa bersimbiosis yang disebut koral ahermatipik sehingga fotosintesis oleh zooxanthellae tidak menjadi syarat untuk proses berlangsungnya kalsifikasi atau pembentukan kalsium karbonat dalam koral. Kalsium karbonat dalam koral dapat berupa aragonit atau kalsit dimana keduanya memiliki rumus kimia yang sama akan tetapi memiliki karakteristik yang berbeda. Kerangka kapur koral tersebut dapat mengasimilasi logam-logam lebih dari ratusan tahun sehingga keberadaanya dapat digunakan sebagai agen monitoring. Koral dalam metabolismenya mensekresikan aragonit yang menyebabkan ion-ion terlarut dalam air laut seperti fluorida Fe dan Na dapat masuk ke dalam struktur koral skeleton. Pertukaran ion yang terjadi pada koral oleh fluorida yaitu satu ion karbonat digantikan oleh 2 ion fluorida. Fluorida dalam air laut memiliki kadar yang berbanding terbalik dengan karbonat. Ketika fluorida dalam air laut sedikit maka kadar karbonat dalam air laut sangat tinggi. Sehingga hal tersebut menyebabkan kadar fluorida yang rendah dengan meningkatnya ion karbonat dalam situs kalsifikasi. Pertukaran ion yang terjadi pada koral dengan Na yaitu antara Ca2 dan Na dimana Na merupakan elemen yang berlimpah dalam perairan laut. Na dalam aragonite didistribusikan secara merata pada berbagai bagian koral dan pada skala puluhan micrometer. Substitusi yang terjadi tersebut secara struktural tidak mengganggu struktur koral dikarenakan jari-jari ionnya yang serupa. Akan tetapi penggantian dan penggabungan tersebut diperlukan keseimbangan muatan dan kompensasi dimana dua ion Ca2 dapat tergantikan oleh satu ion Na dan satu kation trivalent yang bertindak sebagai kompensator muatan. Ion Fe3 dalam perairan laut dapat berasal dari alam dan banyak berasal dari masukan antropogenik yang berbahaya bagi ekosistem laut. Ion Fe3 yang merupakan kation trivalen yang dapat masuk ke dalam koral melalui cara yang sama yaitu lewat pertukaran ion dimana masuknya Fe3 ke dalam struktur koral menggantikan Ca2 . Penggantian yang terjadi pada ion terlarut dalam air laut ke dalam kalsium karbonat penyusun koral skeleton tersebut dapat mengubah struktur koral skeleton dan koral menjadi rapuh. Pada penelitian ini digunakan metode total dekomposisi dan Tessier-Microwave untuk mengetahui kadar Fe dalam koral skeleton dan letak keterikatannya. Sedangkan maserasi dalam skala laboratoris dilakukan untuk mengetahui keterserapan Fe Na dan fluorida dalam koral. Penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa koral skeleton dari wilayah perairan Pantai Prigi Selatan memiliki kadar yang tinggi di tiga lokasi pengambilan sampel yaitu 77 38 mg/Kg 87 14 mg/Kg dan 75 7 mg/Kg dengan metode total dekomposisi. Sedangkan dengan menggunakan metode Tessier-Microwave kadar Fe dalam koral skeleton sebesar 127 38 mg/Kg 54 64 mg/Kg dan 78 1 mg/Kg yang terikat pada fraksi ketiga atau fraksi residu. Kemampuan keterserapan Fe dalam potongan koral paling tinggi pada masing-masing variasi konsentrasi yang digunakan berturut-turut adalah 0 071 mmol pada hari ke 3 untuk Fe 0 5 g/L dan pada hari ke 7 untuk Fe 1 0 g/L dan 1 5 mg/L berturut-turut sebesar 0 055mmol dan 0 0039mmol. Kemampuan keterserapan Na dalam koral tidak konsisten dikarenakan ukuran ion antara Na dan Ca2 serupa sehingga keduanya saling mempertahankan. Hal yang sama terjadi pada keterserapan F- dalam koral yang tidak konsisten meskipun pergantian ion dapat terjadi Na pada larutan yang digunakan tidak dapat menukar Ca2 karena CaCO3 mempertahankan posisinya.