Tesis
Tingkat berpikir kreatif matematika siswa dalam menyelesaikan Open Ended Problem materi Aritmetika Sosial SMP ditinjau dari Representasi Matematis / Putri Intan Permatasari
Abstrak
Pada dasarnya pendidikan merupakan proses untuk mengembangkan potensi diri dalam menghadapi setiap perubahan yang terjadi di kehidupan. Dalam mengembangkan potensi diri diperlukan suatu kemampuan berpikir kreatif agar seseorang dapat memiliki berbagai macam kemungkinan cara dalam menyelesaikan suatu masalah. Berpikir kreatif perlu dikuasai siswa dan dikembangkan dalam setiap proses pembelajaran. Untuk mengetahui berpikir kreatif siswa guru dapat memberikan lembar open ended problem. Hal tersebut bertujuan untuk mengetahui bagaimana kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah yang memiliki lebih dari satu cara penyelesaian yang benar. Dalam menyelesaikan masalah siswa memiliki ide yang berbeda-beda berdasarkan kemampuan setiap siswa. Ide matematis dan cara siswa tersebut dalam memahami dan menggunakan ide-ide matematisnya dapat dilihat melalui representasi matematis siswa. Adapun tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan tingkat berpikir kreatif siswa SMP dalam menyelesaikan open ended problem materi aritmatika sosial ditinjau dari representasi matematis. Jenis penelitian ini yaitu penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini terdiri dari lima siswa dari kelas VIII C SMP Negeri 1 Cluring. Lima siswa tersebut terdiri dari siswa dengan tingkat 4 (sangat kreatif) tingkat 3 (kreatif) tingkat 2 (cukup kreatif) tingkat 1 (kurang kreatif) dan tingkat 0 (tidak kreatif). Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu metode tes dan metode wawancara. Data yang diperoleh dianalisis berdasarkan tiga indikator berpikir kreatif yaitu kefasihan fleksibilitas dan kebaruan. Hasil penelitian menunjukkan siswa tingkat 4 (sangat kreatif) dalam menyelesaikan open ended problem materi aritmetika sosial diidentifikasi memenuhi tiga indikator berpikir kreatif diantaranya kefasihan fleksibilitas dan kebaruan dimana subjek menjawab dengan lengkap ketiga representasi pada soal 1. Siswa tingkat 3 (kreatif) dalam menyelesaikan open ended problem materi aritmetika sosial diidentifikasi memenuhi dua indikator berpikir kreatif diantaranya kefasihan dan fleksibilitas dimana subjek hanya menjawab dua representasi pada kedua soal. Siswa tingkat 2 (cukup kreatif) dalam menyelesaikan open ended problem materi aritmetika sosial diidentifikasi memenuhi satu indikator berpikir kreatif yaitu kebaruan dimana subjek menjawab kurang lengkap ketiga representasi pada soal 1 dan 2. Siswa tingkat 1 (kurang kreatif) dalam menyelesaikan open ended problem materi aritmetika sosial diidentifikasi memenuhi satu indikator berpikir kreatif diantaranya kefasihan dimana subjek menjawab kurang lengkap ketiga representasi pada soal 1 dan 2. Sedangkan siswa tingkat 0 (tidak kreatif) dalam menyelesaikan open ended problem materi aritmeatika sosial diidentifikasi belum memenuhi tiga indikator berpikir kreatif diantaranya kefasihan fleksibilitas dan kebaruan dimana subjek hanya menjawab dua representasi pada soal 1.