Disertasi
Andragogi petani porang: Rekonstruksi prinsip Andragogi pada rembukan kelompok tani Porang Lingkarmas. / Rofik Jalal Rosyanafi
Abstrak
Kajian penelitian ini didasarkan pada pendekatan andragogi berikut dengan prinsip didalamnya yang muncul selama proses belajar petani porang (Amorphophallus oncophyllus) sebagai pembelajar dewasa. Penelitian ini memiliki tujuan mengungkap (1) profil pertanian porang Kelompok Tani Porang Lingkarmas (2) model belajar para anggota Kelompok Tani Porang Lingkarmas (3) prinsip andragogi petani porang lingkarmas sebagai pebelajar dewasa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode serta desain grounded theory dan secara tahapan meliputi (1) research problem and opening research quoetions (2) initial coding data collection (3) initial memos (4) Data collection and rocused coding 5) advanced memos refining conceptual categories (6) theoretical sampling seeks specific new data sorting memos (7) integrating memos diagraming concepts (8) writing the first draft (Charmaz 2006 12). Subjek dan objek dalam penelitian ini adalah para petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Porang Lingkarmas yang berada di Desa Bulu Kecamatan Pilangkenceng Kabupaten Madiun. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara tidak terstruktur studi literatur observasi dan dokumentasi. Analisis data yang ditempuh sebagai sebuah penelitian dengan metode grounded theory meliputi open/initial coding axial/intermediate coding selective/advanced coding dan terakhir penarikan sebagai grounded theory. Hasil penelitian ini menunjukkan Keberadaan Kelompok Tani Porang Lingkarmas sebagai sebuah komunitas belajar merupakan fenomena satuan pendidikan nonformal yang mengadopsi unsur struktural keorganisasian yang ada. Model yang digunakan sepanjang kegiatan belajar diistilahkan dengan rembukan atau istilah populer dikenal dengan Focus Group Discussion (FGD). Petani porang yang tergabung dalam Kelompok Tani Porang Lingkarmas sebagai pembelajar dewasa memiliki prinsip-prinsip sepanjang proses belajarnya yang meliputi (1) memiliki orientasi belajar yang relevan dengan masalah (2) memiliki motivasi internal dan membutuhkan motivasi eksternal (3) memiliki pengetahuan dan pengalaman sebagai modal belajar mengajar (4) memiliki konsep cara dan kesiapan belajar yang lebih matang dan beragam (5) membutuhkan penghormatan dan penghargaan dalam belajar (6) membutuhkan situasi yang representatif aman dan nyaman serta (7) petani porang akan lebih aktif belajarnya jika ada kepastian hasil belajar.