Disertasi
Dinamika ekonomi usaha tenun sutra ditelaah dari aspek kesejahteraan (studi multi kasus pada usaha tenun sutra Wajo dan Donggala) / Andi Annisa Sulolipu
Abstrak
Usaha tenun sutra merupakan salah satu warisan budaya yang menghasilkan kain tenun mewah dan khas serta merupakan pakaian wajib bagi masyarakat suku bugis maupun suku kaili dalam acara adat pernikahan maupun kematian.Kain sutra dapat menggambarkan identitas bagi pemakainnya.Usaha tenun sutra merupakan usaha yang di wariskan secara turun temurun dari generasi ke generasi dan merupakan mata pencaharian utama bagi masyarakat Kabupaten Wajo dan Kabupaten Donggala. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana dinamika ekonomi usaha tenun sutra terhadap kesejahteraan.Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Subjek dalam penelitian ini adalah pengusaha sutra Wajo dan Donggala. Pengumpulan data dilakukan melalui tiga tahap (1) observasi (2) dokumentasi dan (3) wawancara mendalam semi terstruktur. Dinamika ekonomi pada usaha tenun sutra di Kabupaten Wajo yang awalnya menenun hanya pekerjaan sampingan yang dikerjakan oleh perempuan bugis diwaktu senggang. Kain sutra juga hanya digunakan oleh masyarakat tertentu dengan status sosial yang tinggi sebab bahan baku dari kain sutra mahal sedangkan modal pada saat itu terbatas serta waktu penenunan yang lama. Hal inilah yang menjadi tantangan dalam perkembangan usaha tenun sutra sehingga pada saat itu usaha tenun sutra belum mampu memberikan kesejahteraan yang berarti bagi para pengusaha sutra. Namun seiring berjalannya waktu kain sutra menjadi mata pencaharian utama bahkan menjadi industri unggul yang mampu menyerap tenaga kerja cukup besar karena para pengusaha sutra mampu memanfaatkan peluang dengan menghasilkan kain sutra yang bervariatif dari segi harga maupun model dan warna yang didukung oleh budaya modal yang cukup alat tenun modern serta mampu memasarkan kain sutra sampai keluar negeri dengan memanfaatkan teknologi sehingga semua kalangan dapat menggunakannya. Hal inilah yang mendorong usaha tenun sutra terus berkembang menjadikan para pengusaha memiliki pendapatan yang tinggi sehingga mampu memiliki rumah dengan fasilitas lengkap alat transportasi pribadi tingkat pendidikan sampai jenjang sarjana asuransi kesehatan mandiri serta mampu menjalankan ibadah haji yang secara tidak langsung meningkatkan status sosial mereka dimasyarakat. Hal ini memberikan kesejahteraan bagi para pengusaha sutra. Sedangkan pada usaha tenun sutra di Kabupaten Donggala juga mengalami dinamika ekonomi yang awalnya kegiatan menenun merupakan kegiatan sampingan dimana kain sutra yang ditenun untuk digunakan sendiri karena terbatas pada modal dan harga bahan baku yang tinggi namun menjadi pakaian wajib saat acara adat sehingga mengharuskan para perempuan khususnya ibu rumah tangga pandai dalam menenun. Seiring berkembangnya usaha kini kain sutra yang ditenun juga diperuntuhkan untuk dijual karena merupakan salah satu oleh-oleh khas Sulawesi Tengah sehingga permintaan akan kain sutra juga bertambah yang menjadikan para ibu rumah tangga suku kaili memiliki pekerjaan dan pendapatan yang tetap setiap bulannya meski tidak besar dan tidak sesuai UMR karena mereka hanya mampu menghasilkan kain sutra sebanyak satu buah setiap bulan. Dari pendapatan yang mereka peroleh menurut mereka telah memberikan kesejahteraan sebab para pengusaha sutra memaknai kesejahteraan dengan kesederhanaan sehingga mereka telah merasa sejahtera ketika kehidupan ekonomi keluarga tercukupi seperti kebutuhan pokok serta anak mampu bersekolah meski hanya sampai jenjang SMA. Karena bagi mereka sejahtera bukan apa apa yang dapat dilihat oleh kasat mata bukan sesuatu yang dapat diukur tetapi kesejahteraan yang sesungguhnya ketika seseorang puas dan bahagia atas apa yang dirasakan dan dimiliki maka secara tidak langsung kesejahteraan akan timbul dengan sendirinya inilah yang disebut dengan kesejahteraan subjektif. Usaha tenun sutra dapat menjadi salah satu destinasi wisata edukatif yang secara tidak langsung dapat melestarikan warisan budaya.Para pengusaha sutra harus mampu berinovasi dengan menghasilkan produk-produk sutra yang bervariasi khususnya di KabupatenDonggala sehingga dapat dikenal luas yang dapat mendorong pembangunan ekonomi. Bagi pengembangan pendidikan ekonomi direkomendasikan melakukan pengembangan topik bahasan tentang pelaku ekonomi rumah tangga khususnya pengusaha sutra dan dapat dikembangkan menjadi strategi pembelajaran ekonomi serta kegiatan menenun dapat dijadikan salah satu bagian kurikulum pendidikan formal pada mata pelajaran muatan lokal. Disamping itu kegaiatan menenun juga dapat dijadikan salah satu bagian dari pendidikan nonformal guna meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat yang secara langsung dapat mempertahankan UMKM dan melestarikan warisan budaya.