Skripsi
Profil fitokimia dan analisis gc-ms moringa oleifera seed oil (moseil) sebagai material fitofarmaka / Siti Bachrotus Recha Nur Faida
Abstrak
Penyakit tidak menular menjadi penyebab utama kematian yang terjadi di dunia dan Indonesia. Setiap tahun terjadi peningkatan Jumlah kejadian penyakit tersebut. Pengobatan yang dilakukan mempunyai efek samping pada pasien seperti perubahan fisik infertilitas dan resistensi obat. Selain itu pengobatan tersebut juga relatif mahal. Dibutuhkan alternatif lain untuk menekan angka terjadinya penyakit tidak menular. Salah satu alternatif yang dapat digunakan ialah tanaman obat seperti kelor. Kelor kaya akan produk metabolit sekunder. Hampir semua bagian kelor dapat dimanfaatkan sebagai obat. Bagian tanaman kelor yang kurang dieksplor ialah minyak biji. Dilakukan skrining fitokimia menggunakan Gass Chromatography-Mass Spectrometry untuk mengetahui senyawa aktif (bersifat volatil) kelor lokal sebagai kandidat fitofarmaka. Hasil analisis GC-MS menunjukkan bahwa terdapat 8 senyawa potensial yang terdeteksi. Senyawa yang diperoleh mempunyai aktivitas biologi terhadap beberapa jenis penyakit atau kondisi patologis. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa minyak biji kelor berpotensi sebagai material fitofarmaka dan dapat dimanfaatkan sebagai kandidat bahan obat.