Skripsi
Analisis pembangunan pariwisata di Kota Batu menurut teori Henri Levebvre / Mohammad Rousyan Fikri Qowim
Abstrak
Sector pariwisata menjadi salah satu sector yang sangat potensial. Tidak heran bahwa pada masa pemerintahan saat ini pariwisata menjadi leading sector penyumbang devisa negara. Melihat potensi wisata yang begitu besar tidak heran sekarang sudah banyak sekali daerah-daerah di berbagai kota di Indonesia yang sudah mulai merintis maupun yang sudah mengembangkan kota nya tersebut menjadi destinasi pariwisata salah satunya yaitu Kota Batu. Tulisan ini berusaha mengulas bagaimana proses transformasi pembangunan hingga peran tokoh sentral dan instansi terkait dalam pembangunan pariwisata di kota Batu. Penelitian ini memuat tiga rumusan masalah yaitu 1) Bagaimana proses transformasi pembangunan pariwisata di kota batu Bagaimana peran relasi aktor atau steakholder pada proses pembangunan pariwisata di kota batu Bagaimana bentuk tranformasi pembangunan pariwisata di kota batu jika dilihat melalui pandangan Teori produksi ruang . Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dalam proses penggalian data. Berdasarkan tujuannnya penelitian ini tergolong tipe penelitian deskriptif. Teknik yang digunakan dalam pengambilan data berupa wawancara terbuka dan mendalam pengamatan dan dokumentasi dalam bentuk audio maupun foto. Lokasi penelitian ini dilakukan di kompleks perkantoran balai kota Among Tani tepatnya di Dinas Lingkungan Hidup Dinas Penanaman Modal dan Dinas Pariwisata. serta penelitian ini juga dilakukan di Desa Wisata Kungkuk Dan Di Desa Sumber Brantas Kecamatan Bumiaji tepatnya di kawasan wisata Bukit Brakseng. Proses analisis data dalam penelitian ini yaitu dengan melakukan pemeriksaan pemilahan kategorisasi evaluasi serta meninjau kembali data mentah yang ttelah direkam. Dan untuk keabsahan data diperiksa dengan menggunakan teknik triangulasi sumber terori metode dan penyidik. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dalam proses transformansi pembangunan pariwisata yang dilakukan oleh pemerintah kota Batu terdapat beberapa cara yang dilakukan. Yaitu dengan melalui pembentukan sebuah kebijakan baru di dalam birokrasi pada dinas-dinas terkait. Adapun beberapa kebijakan yang ditemukan oleh peneliti antara lain yaitu Pemangkasan Regulasi dan Perizinan serta Memperketat Perizinan di beberapa dinas terkait yang menaungi. peran steak holder dari masing-masing dinas maupun tokoh masyarakat yang berpengaruh guna untuk mengawal tahapan demi tahapan proses transformasi pembangunan pariwisata di kota Batu. Peran-peran tersebut diantaranya seperti Menyamakan visi misi untuk kemajuan pariwisata Melakukan monitoring dan pengawasan serta menyediakan sarana dan prasarana penunjang pembangunan pariwisata tersebut. Dari hasil proses transformasi pembangunan pariwisata yang dilakukan oleh pemerintah kota Batu telah menghasilkan sebuah bentuk kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah dan akan dijadikan sebagai program kedepan dalam aspek pembangunan pariwisata di kota Batu. Walaupun pada kenyataan di lapangan kebijakan dan program tersebut masih belum ada penanganan yang maksimal dan terkesan hanya untuk wadah pendistribusian anggaran saja.