Skripsi
Studi tentang penilaian risiko pada laboratorium nanomaterial di jurusan teknik mesin dan laboratorium fisika material di jurusan fisika Universitas Negeri Malang / Desi Puspita Anggraeni
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menilai risiko yang terjadi di laboratorium nanomaterial Jurusan Teknik Mesin dan Jurusan Fisika UM. Langkah-langkah dalam melakukan penilaian risiko yaitu dengan menentukan tingkat bahaya dan tingkat eksposur yang kemudian hasilnya dikalikan sehingga didapatkan tingkat risiko. Tingkat bahaya dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan pengguna laboratorium nanomaterial mengenai K3 nanomaterial dan tingkat kelengkapan fasilitas K3 di laboratorium nanomaterial. Sedangkan tingkat eksposur diperoleh dari durasi kerja pengguna laboratorium nanomaterial dalam melakukan kegiatan yang berpotensi terkena paparan nanomaterial seperti kegiatan sintesis. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Informan dalam penelitian ini meliputi Dosen KBK Material Jurusan Teknik Mesin UM laboran laboratorium nanomaterial Jurusan Teknik Mesin UM dan mahasiswa Jurusan Teknik Mesin UM KBK Material. Informan di Jurusan Fisika UM meliputi Dosen KBK Fisika Material laboran laboratorium nanomaterial dan mahasiswa KBK Fisika Material. Prosedur pengumpulan data menggunakan teknik wawancara observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan mereduksi data menyajikan data dan diakhiri dengan menarik kesimpulan. Untuk menjaga keabsahan data maka dilakukan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pengetahuan pengguna laboratorium nanomaterial terhadap K3 nanomaterial di laboratorium nanomaterial Jurusan Teknik Mesin UM tergolong cukup sedangkan di Jurusan Fisika UM tergolong tingi (2) kondisi fasilitas K3 di laboratorium nanomaterial Jurusan Teknik Mesin UM tergolong kurang lengkap begitu juga dengan Jurusan Fisika UM (3) Durasi kerja di laboratorium nanomaterial Jurusan Teknik Mesin UM adalah 2 4 jam/8 jam shift sedangkan di Jurusan Fisika UM adalah 1 2 jam/8 jam shift dan (4) tingkat risiko di laboratorium nanomaterial Jurusan Teknik Mesin UM adalah RR 12 arau berisiko sedang dan di Jurusan Fisika UM diperoleh RR 6 atau berisiko sedang. Solusi untuk mengurangi atau menekan risiko paparan nanomaterial dapat dilakukan dengan menggunakan hierarchy of control yaitu meliputi elimination substitution engineering controls administrative controls dan PPE. Pengendalian risiko dapat dilakukan dengan mengganti bahan kimia yang berbahaya dengan bahan kimia yang tingkat bahaya lebih rendah. Kontrol teknis dapat dilakukan dengan menyediakan fume hood di laboratorium. Kontrol aministratif dapat dilakukan dengan mengikuti prosedur penanganan nanomaterial yang telah ada dan kontrol PPE adalah dengan melengkapi ketersediaan APD.