Skripsi
Dukun lintrik (kajian konstruksi sosial tentang praktik dukun lintrik di Kabupaten Lumajang) / Dendy Eka Setyawan
Abstrak
Fenomena sosial tentang adanya praktik perdukunan merupakan kepercayaan masyarakat Indonesia salah satunya yaitu kepercayaan masyarakat di Kabupaten Lumajang terhadap dukun lintrik. Dukun lintrik merupakan dukun yang menggunakan media kartu dengan berbagai macam jenis ilmu yang dikuasai. Salah satu jenis ilmunya yaitu penrawangan atau mampu melihat sesuatu yang tidak bisa dilihat oleh orang normal pada umumnya seperti melihat hati meramal dsb.Penelitian ini berlokasi di Desa Denok Kecamatan Lumajang Kabupaten Lumajang. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) menjelaskan tentang bagaimana praktik dukun lintrik dilakukan dan 2) menjelaskan tentang bagaimana persepsi pasien terhadap praktik dukun lintrik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi partisipatoris wawancara dan dokumentasi sebagai pendukung. Teknik analisis data yang dilakukan yaitu pengumpulan data reduksi data dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menggunakan teori konstruksi sosial Peter L. Berger dan Thomas Luckman. Hasil penelitian yang dilakukan diperoleh 1) praktik perdukunan lintrik yang dilakukan oleh dukun merupakan jenis ilmu penrawangan. Media yang digunakan dalam praktik dukun lintrik yaitu kartu ceki. Praktik perdukunan lintrik yang dilakukan merupakan praktik perdukunan tertutup dengan sistem marketing getok tular. Jenis ilmu yang digunakan dalam praktik dukun lintrik ini menggunakan ilmu kuning atau ilmu yang memiliki niat baik meskipun media yang digunakan jenis ilmu hitam 2) pasien yang datang kepada dukun lintrik untuk berobat didominasi oleh perempuan dengan mayoritas masalah mereka yatu pekerjaan dan percintaan. Kepercayaan pasien kepada dukun didasari oleh kenyamanan saat berobat hingga pasien mengganggap bahwa dukun lintrik sudah seperti orang tua mereka yang selalu memberikan nasehat kepada anaknya.