Tesis
Penyelesaian masalah geometri ditinjau dari identitas matematika siswa / Pramita Respati
Abstrak
Salah satu tujuan utama dalam pembelajaran matematika adalah penyelesaian masalah. NCTM meyatakan sistem pembelajaran yang diberikan pada setiap jenjang pendidikan hendaknya memungkinkan siswa untuk membangun kemampuan matematis baru melalui penyelesaian masalah. Pemerintah Indonesia memberikan target bahwa keterampilan penyelesaian masalah matematika merupakan hal dasar yang harus dikuasai oleh siswa. Berdasarkan hal tersebut penyelesaian masalah merupakan satu diantara beberapa indikator yang harus dicapai ketika siswa belajar matematika.Salah satu topik matematika yang dapat membangun kemampuan penyelesaian masalah adalah geometri. Hal tersebut dikarenakan eksplorasi geometris dapat membantu perkembangan keterampilan penyelesaian masalah siswa. Akan tetapi penguasaan siswa terhadap geometri masih rendah terutama pada materi bangun ruang balok dan kubus. Kesulitan siswa ketika menyelesaikan masalah geometri dikarenakan ketidakmampuan siswa dalam memahami konsep abstrak matematika.Ketidakmampuan dalam menyelesaikan masalah menurunkan motivasi belajar. Sedangkan motivasi belajar berdampak pada identitas matematika siswa karena motivasi adalah salah satu faktor pembangun identitas matematika siswa. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian yang terkait dengan proses penyelesaian masalah geometri dan identitas matematika siswa. Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses penyelesaian masalah geometri siswa ditinjau dari identitas matematika siswa. Penelitian dilakukan di kelas 7G (Kelas Percepatan) dan kelas 8D di SMPN 4 Malang. Subjek penelitian yaitu 6 siswa yang terdiri dari 2 siswa dengan identitas matematika tinggi 2 siswa dengan identitas matematika sedang dan 2 siswa dengan identitas matematika rendah. Instrumen penelitian yang digunakan yakni lembar tes penyelesaian masalah geometri angket identitas matematika dan pedoman wawancara. Hasil penelitian ini adalah deskripsi mengenai proses penyelesaian masalah siswa dalam menyelesaikan masalah geometri. Proses penyelesaian masalah subjek dengan identitas matematika tinggi hampir memenuhi keseluruhan indikator penyelesaian masalah. Subjek dengan identitas matematika tinggi mampu memilih rencana penyelesaian masalah dengan tepat dan berbeda dari subjek dengan tingkatan identitas matematika lainnya. Subjek dengan identitas matematika sedang belum dapat memilih rencana penyelesaian soal dengan tepat dan juga subjek dengan identitas matematika sedang mengalami kesalahan koseptual. Sedangkan subjek dengan identitas matematika rendah mengalami kesalahan dalam merepresentasikan apa yang diketahu dari soal dan belum dapat memilih rencana penyelesaian soal dengan tepat. Subjek dengan identitas matematika rendah juga mengalami kesalahan prosedural dan membutuhkan waktu yang lama untuk menyelesaikan masalah.