Disertasi
Pembelajaran caring economics di sekolah menengah atas / Daru Wahyuni
Abstrak
Pembelajaran mata pelajaran ekonomi di Sekolah Menengah Atas telah mampu meningkatkan pengetahuan siswa mengenai materi-materi ekonomi yang mereka pelajari di kelas. Perilaku ekonomi mereka menjadi cenderung sangat rasional namun kurang memiliki kepedulian terhadap orang lain lingkungan dan bahkan terhadap dirinya sendiri. Ditengarai hal ini terjadi salah satunya karena muatan pelajaran ekonomi di SMA lebih condong pada paham neo-liberalisme sehingga menghasilkan pemahaman bagaimana manusia berekonomi dalam kedudukannya sebagai homo economicus. Dengan demikian pembelajaran ekonomi perlu diarahkan pada pelajaran ekonomi yang menyasar pada kepedulian terhadap sesama manusia dan lingkungan (caring economics). Konsep caring economics dimaksudkan untuk mewadahi adanya pergeseran paradigma ekonomi dari manusia sebagai homo economicus menuju caring human being. Dengan diinsersikannya konsep caring economics dalam pembelajaran diharapkan siswa akan memiliki pengetahuan sikap dan perilaku peduli terhadap sesama dan terhadap lingkungan dalam berkegiatan ekonomi di kehidupan nyata. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan model Design-based Research (DBR) dengan tahapan (1) identifikasi dan analisis masalah (2) perancangan solusi dalam bentuk pengembangan desain pembelajaran caring economics (3) kegiatan pembelajaran berulang dan (4) refleksi untuk menghasilkan prinsip-prinsip desain dan implementasinya. Penelitian ini berhasil mengembangkan pembelajaran caring economics dengan mengaplikasikan model pembelajaran problem based learning (PBL) dengan metode kasus (case method) dalam pembelajaran tim. Penelitian ini juga menghasilkan perangkat pembelajaran yang terdiri atas skenario pembelajaran bahan ajar termasuk lembar kerja siswa media pembelajaran dan instrumen penilaian hasil belajar berbentuk situational judgment tests (SJTs) yang telah dinyatakan layak untuk digunakan dalam kegiatan pembelajaran caring economics berdasarkan penilaian ahli. Pembelajaran caring economics dipraktikkan di SMA Negeri 1 Bantul dengan melibatkan 36 orang siswa sebagai subjek penelitian. Pembelajaran caring economics mampu membentuk siswa untuk memiliki cara pandang (economic way of thinking) dalam kedudukannya sebagai caring human being. Sebagai caring human being keputusan-keputusan ekonomi yang dibuat siswa telah didasarkan pada pengetahuan dan sikap peduli ekonomi dengan berlandaskan pada aspek-aspek altruistik. Sikap peduli ekonomi para siswa ditunjukkan pada sepanjang kegiatan pembelajaran baik pada sesi penyampaian materi diskusi pemecahan masalah maupun penyelesaian soal-soal yang tercantum pada situational judgment tests (SJTs). Pembelajaran caring economics diharapkan bisa didiseminasikan di SMA dalam lingkup area yang lebih luas. Pembelajaran caring economics perlu dikembangkan lebih lanjut dengan menggunakan model dan metode pembelajaran yang lebih beragam seperti model pembelajaran berbasis projek (project based learning) atau metode debat. Guru mata pelajaran ekonomi bisa mengangkat topik-topik lain selain topik yang digunakan dalam penelitian ini karena konsep caring economics pada dasarnya bisa diintegrasikan pada sebagian besar topik mata pelajaran ekonomi di SMA. Selain itu adanya kemajuan teknologi informasi dan komunikasi membuka kemungkinan bagi pembelajaran caring economics untuk dikembangkan dengan pendekatan TPACK (Technological Pedagogical Content Knowledge) misalnya dalam bentuk e-learning atau mobile-learning. Lebih lanjut berdasarkan hasil penelitian ini diusulkan kepada pemangku kebijakan pendidikan untuk memasukkan konsep caring economics dalam kurikulum mata pelajaran ekonomi di SMA sehingga praktisi pendidikan memiliki kesempatan lebih luas untuk mengejawantahkan konsep caring economics pada silabus dan perancangan kegiatan pembelajaran yang disusun.