Skripsi
Hubungan Regulasi Diri dan Pembelian Impulsif pada Mahasiswa / Dimas Rizka Fariha
Abstrak
Pembelian impulsif adalah pembelian yang tidak rasional dan diasosiasikan dengan pembelian cepat dan tidak direncanakan diikuti oleh adanya konflik pikiran dan dorongan emosional. Dorongan emosional tersebut terkait dengan adanya perasaan emosional yang intens yang ditunjukkan dengan melakukan pembelian suatu produk dengan segera mengabaikan konsekuensi negatif merasakan kepuasan dan mengalami konflik di dalam pemikirannya Verplanken Herabadi (2001 Diba 2014). Nataraajan Goff (1991 dalam Larose 2001) menegaskan salah satu faktor dari pembelian impulsif yakni regulasi diri. Zimmerman (1989 Ghufron Risnawita 2017) berpendapat bahwa regulasi diri berkaitan dengan pembangkitan diri baik pikiran perasaan serta tindakan yang direncanakan dan adanya timbal balik yang disesuaikan pada pencapaian tujuan personal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Dalam penelitian pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Sampel penelitian ini berjumlah 95 mahasiswa FPPsi UM. Alat ukur yang digunakan skala regulasi diri yakni menggunakan aspek yang dikemukakan oleh Zimmerman (1989) metakognitif motivasi dan perilaku. Skala pembelian impulsif menggunakan aspek yang dikemukakan oleh Verplanken Herabadi (2001) kognitif dan afektif. Data dianalisis menggunakan korelasi. Hasil penelitian didapati pada variabel regulasi diri dan pembelian impulsif didapatkan nilai koefesien korelasi sebesar -0 462 dengan nilai signifikansi sebesar 0.000