Skripsi
Penguasaan pengetahuan dan keterampilan siswa kelas xi tata busana SMK Negeri 1 Batu terhadap kesiapan praktik kerja industri / Siti Nadiyatul Ulya
Abstrak
ABSTRAK Ulya Siti Nadiyatul. 2021. Penguasaan Pengetahuan dan Keterampilan Siswa Kelas XI Tata Busana SMK Negeri 1 Batu terhadap Kesiapan Praktik Kerja Industri. Skripsi Jurusan Teknologi Industri Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Nur Endah Purwaningsih M.Pd. (II) Dra. Hapsari Kusumawardani M.Pd Kata Kunci penguasaan pengetahuan dan keterampilan siswa SMK Tata Busana kesiapan praktik kerja industri Praktik kerja industri (prakerin) merupakan program pendidikan yang sangat memegang peranan penting pada sekolah kejuruan karena dengan dilaksanakannya prakerin siswa mendapatkan kesempatan untuk berlatih memperoleh pengalaman nyata wawasan baru dan terlibat langsung dengan kegiatan dunia usaha/dunia industri. Tujuan dilaksanakan prakerin agar program pendidikan sekolah merujuk pada kemampuan profesional sejalan dengan tuntutan dunia usaha/dunia industri mengingat dunia usaha/dunia industri membutuhkan tenaga kerja yang profesional dibidangnya. Oleh karena itu sekolah membekali siswanya melalui kegiatan pembelajaran mencakup bidang pengetahuan sikap dan keterampilan sehingga menghasilkan lulusan yang sesuai dengan tuntutan dunia usaha/dunia industri. Waktu pelaksanaan prakerin tiap sekolah berbeda-beda tergantung kebijakannya. Pada tahun ajaran 2019/2020 di SMK Negeri 1 Batu terdapat kebijakan baru tentang perubahan waktu pelaksanaan prakerin yang awalnya dilaksanakan ketika kelas XI semester 2 menjadi kelas XI semester 1 sehingga banyak hal-hal yang harus dipersiapkan oleh pihak sekolah dan siswa agar pelaksanaan prakerin berjalan dengan lancar. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui penguasaan pengetahuan dan keterampilan siswa kelas XI Busana Butik SMK Negeri 1 Batu terhadap pelaksanaan prakerin di garmen dan butik pada semester 1. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari seluruh siswa SMK Negeri 1 Batu kelas XI Tata Busana yang berjumlah 90 siswa sehingga disebut penelitian populasi. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner dengan teknik pengumpulan data berupa angket interview dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan merupakan analisis statistik deskriptif dengan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase kesiapan siswa di garmen pada kategori sangat siap 40% siap 44% tidak siap 13% dan sangat tidak siap 3% sedangkan persentase pelaksanaan prakerin di garmen pada kategori sangat siap 53% siap 35% tidak siap 8% dan sangat tidak siap 4% sehingga dapat disimpulkan bahwa siswa dalam kategori tidak siap. Ketidaksiapan siswa disebabkan karena ketidakmampuan siswa dalam menguasai pengetahuan yang diperoleh dari kegiatan belajar di sekolah karena keterbatasan waktu untuk menerima berbagai pengetahuan dan keterampilan yang saling berkesinambungan sehingga ketika pengetahuan dan keterampilan dasar belum difahami maka sudah pasti siswa akan mengalami kesulitan ketika menerima pengetahuan dan keterampilan pada tingkat selanjutnya. Berdasarkan hasil tersebut saran yang dapat diberikan adalah 1) Bagi siswa diharapkan sebelum pemberangkatan kegiatan industri untuk bersungguh-sungguh dalam proses pembelajaran memperbanyak pengetahuan melatih keterampilan serta selalu disiplin dalam mengerjakan segala sesuatu agar nantinya ketika pelaksanaan prakerin siswa tidak merasa canggung lagi dan siap dengan kegiatan didalamnya 2) Bagi sekolah adalah mengubah waktu pelaksanaan prakerin seperti tahun sebelumnya atau tetap menjalankannya dengan mempersiapkan sebaik mungkin dalam proses penyampaian pengetahuan ketika kegiatan belajar dengan memberikan bekal yang cukup dan relevan dengan kegiatan di industri kepada siswa agar nantinya siswa siap dan dapat melaksanakan praktik kerja industri dengan baik serta mengevaluasi dari kegiatan praktek kerja industri untuk menemukan kekurangan dan kelebihan dari perubahan waktu pelaksanaan prakerin sehingga pelaksanaan prakerin selanjutnya berjalan lebih baik 3) Bagi pihak industri diharapkan untuk memberikan tugas sesuai dengan bidang keahlian siswa serta mengajarkan pengetahuan baru yang belum diajarkan di sekolah sehingga siswa mempunyai kompetensi yang nantinya setelah lulus siap menghadapi tuntutan dunia kerja usaha dan industri.