Skripsi
Peran ahli waris dalam pembelajaran informal untuk pelestarian budaya topeng malangan kepada warga lokal dan asing di sanggar asmorobangun / Dewi Kartika Sari
Abstrak
ABSTRAK Kartika Sari Dewi. 2021. Peran Ahli Waris Dalam Pembelajaran Informal Pelestarian Budaya Topeng Malangan Kepada Warga Lokal Dan Asing Di Sanggar Asmorobangun. Skripsi Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1)Dr.Zulkarnain M.Pd. M.Si.(2) Kukuh Miroso Raharjo S.Pd M.Pd. Kata Kunci Pembelajaran Informal Topeng Malangan Peran ahli waris dalam melestarikan suatu budaya lokal dengan menerapkan pembelajaran infromal dengan cara menyampaikan informasi serta mengajarkan kesenian Topeng Dapat dilihat di era globalisasi budaya lokal semakin hari semakin hilang hal ini diakibatkan karena kurangnya antusias untuk mengikuti kegiatan-kegiatan yang telah diselenggarakan oleh ahli waris dan juga kurangnya kesadaran setiap individu dalam melestarikan budaya lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran ahli waris dalam memberikan pembelajaran informal kepada warga lokal dan juga warga asing. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian kualitatif deskriptif dimana peneliti diharuskan untuk menggali informasi dan mendeskripsikan sebuah data untuk mengangkat dan mengupas masalah yang dijabarkan secara deskriptif. Dalam penelitian ini peneliti bertindak sebagai pengumpul data dan instrumen aktif dalam mengumpul data-data yang ada dilapangan sedangkan instrumen yang digunakan adalah berbagai bentuk alat bantu berupa dokumen-dokumen dan catatan hasil wawancara serta observasi yang digunakan untuk menunjang keabsahan data hasil penelitian namun berfungsi sebagai instrumen pendukung Data yang telah didapat selanjutnya direduksi disajikan ditarik kesimpulan serta dicek keabsahan datanya lalu dipaparkan melalui teknik pengumpulan data dengan wawancara observasi dan juga melalui dokumentasi dan diberi kode setiap kategori. Hasil dari penelitian ini menujukan bahwa ahli waris dibantu dengan para keluarga dekatnya untuk membantu proses pembelajaran yang diajarkan kepada warga lokal maupun warga asing. Keikutsertaan warga lokal dalam kegiatan yang ada di Sanggar diikuti oleh anak-anak sekolah dasar hingga sekolah menengah atas sedangkan warga asing diikuti oleh kategori usia dewasa yang datang dari berbagai mancanegara terutama adalah negara Asia. Pembelajaran yang diajarkan meliputi pembelajaran kesenian tari topeng kesenian karawitan kerajinan topeng dan juga pembelajaran melalui pertunjukan gebyak senin legian. Saran yang dapat peneliti berikan adalah peran ahli waris beserta keluarga dalam melestarikan serta memperhatikan budaya lokal yang hampir hilang di kalangan masyarakat akibat era globalisasi sehingga menjadikan sebuah tanggung jawab untuk tetap menjaga warisan budaya.