Skripsi
Proses edukasi pengasuhan bagi orangtua pengganti anak pekerja migran (studi kasus sekolah peduli) / Putri Setya Paramitha
Abstrak
Anak pekerja migran (APM) dalam perspektif Program Peduli masuk dalam kelompok anak dan remaja rentan. APM sering distigma sebagai anak oleh-oleh anak nakal dan lainnya. Kondisi ini tidak lepas dari dampak bermigrasinya orangtua yang berakibat pada pergantian fungsi pengasuhan pada orangtua pengganti. Sebagai upaya menumbuhkan kesadaran mengenai pola asuh bagi orangtua pengganti digagaslah Sekolah Peduli oleh LPKP Jawa Timur dan LP3TP2A Kabupaten Malang sebagai wadah belajar informal bagi orangtua pengganti. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam proses edukasi pengasuhan bagi orangtua pengganti APM di Sekolah Peduli. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Lokasi penelitian berada di Desa Purwodadi Kec. Donomulyo Kabupaten Malang Kantor LP3TP2A Kab. Malang dan Kantor LPKP Jawa Timur. Pemerolehan data dikumpulkan melalui wawancara observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data dianalisis dilakukan dengan pedoman analisis data spiral (1) pengumpulan data (2) reduksi data (3) data diorganisir ke dalam suatu bentuk sajian tertentu dan (4) melakukan paparan data dan penegasan simpulan. Proses pengecekan keabsahan temuan dilakukan dengan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses edukasi pengasuhan yang berlangsung di Sekolah Peduli dilakukan oleh kader inklusif sebagai agen perubahan diwilayahnya. Kegiatan edukasi pengasuhan yang dilakukan oleh kader inklusif bersumber pada empati dan inisiatif dalam menyikapi permasalahan pengasuhan anak pekerja migran diwilayahnya Kader inklusif ini berperan sebagai fasilitator katalisator process helper dan resource linker dalam mengedukasi orangtua pengganti. Melalui kegiatan masyarakat kader inklusif bergerak pada bidang keagaamaan bidang pendidikan bidang kesehatan maupun melakukan advokasi pada Pemerintah Desa.. Melalui pertemuan itulah kader inklusif dan orangtua pengganti anak pekerja migran terjadi proses transmisi pengetahuan dan memberi motivasi pada orangtua pengganti anak pekerja migran. Berdasarkan dari hasil penelitian saran bagi pengelola Sekolah Pedulu untuk terus berkomunikasi dengan kader inklusif untuk mengetahui perubahan yang dialami orangtua pengganti. Besar harapan kader inklusif yang lahir dari Sekolah Peduli dapat menjadi agen perubahan pada desa kantong pekerja migran lainnya.