Skripsi
Representasi bentuk pemikiran anarkisme pada film “Anarchist From Colonyâ€(studi analisis Semiotika John Fiske) / Bangun Cahyo Baskoro
Abstrak
Anarkisme menjadi salah satu kata yang selama ini selalu digunakan oleh beberapa media di Indonesia untuk mendeskripsikan pada suatu peristiwa yang cenderung bersifat negatif dan destruktif. Padahal esensi dari pemikiran anarkisme adalah gagasan mengenai bentuk perlawanan(perjuangan) terhadap negara maupun organisasi politik yang memiliki daya paksa dan kuasa. Dalam penelitian ini film digunakan sebagai objek penelitian untuk memahami makna anarkisme melalui analisis semiotika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lebih dalam tentang tanda-tanda yang digunakan untuk merepresentasikan bentuk pemikiran anarkisme dalam film Anarchist from Colony tersebut. Penelitian ini termasuk studi deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini didapatkan dari hasil pengamatan yang dilakukan peneliti terhadap objek yang sedang diteliti melalui beberapa scene dalam film yang membawa pesan bermakna ideologis serta mencari beragam data pendukung dari berbagai sumber tulisan artikel buku-buku internet dan lain sebagainya. Melalui gabungan dari beberapa scene terpilih dalam film tersebut serta temuan data-data tertulis lainnya peneliti menghasilkan sebuah hasil analisis yang di dalamnya terdapat suatu pesan bermakna ideologis yang merupakan bentuk representasi dari pemikiran anarkisme. Analisis dalam penelitian ini menggunakan teori semiotika John Fiske yang dilakukan dengan cara 3 tahapan proses. Yakni tahap yang pertama adalah (1) melakukan analisis pada level realitas (2) melakukan analisis pada level representasi dan (3) melakukan analisis level ideologis. Ketiga tahapan tersebut dilakukan dengan cara mengiterpretasi beberapa scene yang terdapat film Anarchist from Colony. Kesimpulan yang didapatkan dari penelitian ini adalah bahwa di dalam film Anarchist from Colony terdapat beberapa scene yang di dalamnya mengandung pesan-pesan bermakna ideologis. Hal ini ditunjukkan dari pada ekspresi gestur kostum teknik kamera setting dan juga dialog Park Yeol ketika menujukkan sikap perlawanannya terhadap Pemerintahan Jepang. Bentuk perlawanan terhadap Pemerintahan Jepang itulah yang merupakan bentuk representasi dari pemikiran anarkisme.