Skripsi
Hubungan antara self esteem dan self regulation dengan fear of missing out (FOMO) pada siswa SMA Negeri 7 Malang / Naya Sintiawan
Abstrak
Remaja saat ini merupakan generasi Z dimana mereka hidup berdampingan dengan media sosial sebagai alat komunikasi dan pencari informasi. Selain itu media sosial juga memberikan kesempatan bagi mereka untuk mengetahui aktivitas orang lain yang dianggap lebih berharga dibandingkan dengan pengalaman yang ia miliki sehingga menimbulkan kecemasan. Rasa cemas yang timbul karena takut tertinggal aktivitas orang lain sehingga ingin terus terhubung dengan media soial disebut dengan fear of missing out (FoMO). Individu yang mengalami fear of missing out akan merasa tertinggal jika tidak terus meng up to date informasi aktivitas yang sedang terjadi dikehidupan sosialnya. Individu akan merasa khawatir ketika melihat orang lain sedang menjalankan aktivitas yang lebih menyenangkan memiliki pengalaman pengetahuan dan benda kepemilikan yang lebih baik dibanding apa yang ia miliki sehingga ia akan berjuang untuk mendapatkan hal yang sama. Hal tersebut dilakukan oleh individu untuk mendapatkan respon dari orang lain dalam rangka meningkatnya self esteem nya. Dibutukan usaha individu untuk mengontrol pikiran perasaan dan perilakunya sehingga dapat mengendalikan kecemasan yang dipengaruhi oleh lingkungannya tersebut. Usaha individu untuk mengendalikan pikiran perasaan dan perilaku diri sendiri untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan disebut self regualtion. Dampak fear of missing out dapat membuat orang mudah frustasi karena kurang bersyukurnya terhadap diri sendiri. Sulit menerima keadaan diri dan ekspetasi yang berlebihan. Individu yang terkena fear of missing out menjadi seseorang yang sering melupakan kenyataan hidupnya yang sebenarnya. Karena sibuk up to date untuk mengukuhkan eksistensi dan pencitraan di dunia maya sehingga kehidupan nyata malah terabaikan. Hal di atas mendorong peneliti untuk membuktikan apakah terdapat hubungan antara self esteem dan self regulation dengan fear of missing out pada siswa SMA Negeri 7 Malang. Penelitian ini nantinya berguna untuk membuktikan bahwa siswa SMA membutuhkan self esteem dan self regulation yang baik agar terhindar dari fear of missing out. Hasil penelitian ini dapat digunakan oleh guru BK/konselor di sekolah untuk mengetahui tingkat self esteem self regulation dan fear of missing out yang dimiliki siswa sehingga dapat dirancang layanan bimbingan dan konseling yang relevan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan deskriptif dan korelasional. Sampel penelitian berjumlah 154 (rtabel 0 156) siswa yang diperoleh melalui teknik pengambilan sampel sampling purposive dengan kriteria (1) berjenis kelamin laki-laki dan perempuan (2) siswa kelas 10 dan 11 dan (3) memiliki dan aktif menggunakan media sosial. Data diambil menggunakan skala dengan model skala likert. Instrumen yang digunakan adalah skala self esteem skala self regulation dan skala fear of missing out yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Teknik analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis yaitu korelasi Pearson Product Moment untuk menguji hipotesis antara dua variabel dan korelasi berganda untuk menguji hipotesis antara tiga variabel secara simultan. Hasil analisis hipotesis pertama menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara self esteem dengan fear of missing out dengan koefisien korelasi 0 0690 05. Kedua menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif signifikan antara self regulation dengan fear of missing out dengan koefisien korelasi 0 160 05. Ketiga menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara self esteem dan self regulation dengan fear of missing out dengan sig. F Change 0 96 0 05. Penelitian ini menjadi bahan pertimbangan untuk penelitian selanjutnya dengan lebih menspesifikkan jenis media sosial tertentu atau menguji variabel-variabel lainnya yang banyak memberikan kontribusi dalam terbentuknya fear of missing out pada siswa dan dapat melanjutkan penelitian dengan penelitian pengembangan sehingga menghasilkan produk buku panduan BK dalam rangka mengurasi tingkat fear of missing out pada siswa.