Skripsi
Analisis pengetahuan metakognitif siswa kelas xi mipa pada materi hidrolisis garam / Nuri Aini
Abstrak
Materi Hidrolisis Garam memuat konsep-konsep terdefinisi yang diturunkan dari objek abstrak. Materi Hidrolisis Garam dibelajarkan melalui pemahaman representasi (gambaran) makroskopik submikroskopik dan simbolik. Upaya untuk mengatasi kesulitan belajar dan miskonsepsi siswa dalam mempelajari hidrolisis garam dapat dilakukan dengan melibatkan metakognitif dalam pembelajaran. Metakognitif memfasilitasi siswa untuk merangkai pemahaman sebab-akibat dari hubungan antara tiga representasi. Salah satu komponen metakognitif adalah pengetahuan metakognitif. Pengetahuan metakognitif merupakan pengetahuan siswa mengenai dirinya sendiri dan kemampuan kognitifnya. Pengetahuan metakognitif terdiri dari (1) Pengetahuan deklaratif (2) Pengetahuan prosedural (3) Pengetahuan kondisional. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikam profil pengetahuan metakognitif dan sebaran kelompok pengetahuan metakognitif siswa SMA Negeri 1 Krembung Sidoarjo. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI MIPA 3 dan XI MIPA 4 SMA Negeri 1 Krembung Sidoarjo yang berjumlah 60 siswa. Penelitian diawali dengan mengembangkan instrumen soal berdasarkan kriteria pengetahuan metakognitif menurut Schraw (1998) Suyono Hariyanto (2014 76). Instrumen soal terdiri dari 12 item soal deklaratif 3 item soal prosedural dan 3 item soal kondisional. Validitas butir soal dianalisis menggunakan korelasi Product Moment. Koefisien reliabilitas instrumen dihitung dengan menggunakan Alpha Conbrach. Hasil reliabilitas untuk 12 soal pilihan ganda adalah 0 886 dengan kriteria sangat tinggi dan 6 soal uraian dengan nilai 0 443 dengan kriteria sedang. Data penelitian adalah skor tes pengetahuan metakognitif. Hasil analisis data menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan metakognitif siswa SMA Negeri 1 Krembung tergolong tinggi pada pengetahuan deklaratif (70%) dan pengetahuan prosedural (65%). Pengetahuan kondisional siswa tergolong sedang (43 33%). Hasil juga menunjukkan bahwa mayoritas siswa SMA Negeri 1 Krembung merupakan siswa dengan kelompok metakognitif rata-rata. Hal ini menyebabkan hasil belajar materi hidrolisis garam menjadi kurang maksimal. Hasil belajar yang kurang maksimal berasal dari kurangnya siswa yang memiliki kesadaran akan pentingnya pengetahuan metakognitif yaitu memahami diri sendiri dan kemampuan kognitifnya. Dengan demikian kesulitan belajar dan miskonsepsi dapat teratasi apabila siswa memiliki kesadaran akan kemampuannya.