Skripsi
Resepsi masyarakat terhadap ekranisasi novel Pesantren Impian karya Asma Nadia / Anisa\'u Fitriyatus Sholihah
Abstrak
Penelitian ini didasari oleh banyaknya film hasil ekranisasi yang diciptakan hingga saat ini. Sejumlah film sukses dilihat dari segi jumlah penonton dan mendapat apresiasi dari masyarakat dan banyak di antaranya merupakan hasil karya ekranisasi. Selain itu banyak pula film ekranisasi yang mendapat komentar buruk dari masyarakat karena tidak sesuai dengan ekspektasi dari novel yang dibaca. Hal-hal tersebut juga terjadi pada film hasil ekranisasi novel Pesantren Impian karya Asma Nadia. Penelitian ini memiliki tiga tujuan penelitian yang berkaitan dengan ekranisasi dan respon dari masyarakat. Ketiga tujuan tersebut meliputi (1) mendeskripsikan perubahan isi novel dan film Pesantren Impian (2) mendeskripsikan makna perubahan novel ke film Pesantren Impian dan (3) mendeskripsikan resepsi masyarakat terhadap perubahan novel ke film Pesantren Impian. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan resepsi dan ekranisasi. Data penelitian ini berupa kalimat-kalimat dan paragraf yang berada dalam novel Pesantren Impian skenario dalam film Pesantren Impian dan informasi-informasi yang relevan dengan masalah dari responden. Ketiga data tersebut merupakan data yang dikaji dalam penelitian. Pengumpulan data melalui beberapa tahap yaitu (1) membaca dan memahami novel Pesantren Impian (2) mengidentifikasi unsur intrinsik pada novel Pesantren Impian yaitu tema tokoh latar dan alur (3) menonton dan mencermati film Pesantren Impian (4) mengidentifikasi unsur intrinsik pada film yaitu Pesantren Impian tema tokoh latar dan alur (5) menyebarkan kuesioner ke media sosial (Whatsapp twitter dan instagram) (6) mengumpulkan dan mengidentifikasi data informasi dari responden menggunakan teori resepsi dalam bentuk tabel dan deskripsi dan (7) mengidentifikasi data kalimat pada novel dan skenario dalam film menggunakan teori ekranisasi. Berdasarkan analisis data diketahui bahwa perubahan isi novel ke film berupa perubahan tema tokoh latar dan alur. Pada perubahan tema terdapat tiga tema dalam novel yaitu keagamaan pembunuhan dan persahabatan sedangkan dalam film tema yang terkandung hanya keagamaan dan pembunuhan saja. Pada perubahan tokoh terdapat tiga pembagian yaitu penambahan perubahan karakter dan persamaan. Penambahan tokoh yaitu pada Jane (pacar Umar) Pak Dodok Kapten Gultom teman kerja Eni fotografer dan beberapa gadis. Pengurangan tokoh yaitu pada tokoh Mas Bagus Paklik Kusno Jhoni dan temannya anak-anak asuh Gadis santri putra keluarga besar Rini Ibu Aminah dan para relawan. Persamaan tokoh dalam novel tetap terdapat di sebagian besar tokoh di film. Perubahan latar pada film juga terdapat pengurangan dan perbedaan. Latar pada novel yang tidak ditampilkan dalam film yaitu rumah sakit di Surabaya Solo Jakarta dan di pesawat. Perbedaan latar antara novel dan film yaitu di hotel tempat terjadinya pembunuhan yang ditampilkan di awal cerita dan beberapa tempat di Pesantren Impian. Perubahan pada alur yaitu alur dalam novel Pesantren Impian secara keseluruhan menggunakan kategori alur tak kronologis atau maju mundur sedangkan alur pada film secara keseluruhan menggunakan alur maju. Novel dan film adalah dua media yang berbeda sehingga walaupun menceritakan satu hal yang sama penyampaiannya tetap berbeda. Beberapa perubahan yang terjadi di film tentu memiliki tujuan dan makna yang disampaikan. Berdasarkan penelitian peneliti film ini termasuk kategori film thriller. Oleh karena itu unsur-unsur intrinsik yang diubah seperti tema tokoh alur dan latar disesuaikan dengan kebutuhan-kebutuhan penyampaian makna film yang diinginkan. Berdasarkan kuisioner yang telah disebarluaskan oleh peneliti resepsi masyarakat pembaca novel Pesantren Impian terhadap novel Pesantren impian banyak yang telah mengetahui bahwa novel dan film adalah sesuatu yang berbeda sehingga tidak bisa dijadikan sama secara keseluruhan tetapi masih banyak pula masyarakat yang menganggap bahwa novel lebih baik dari film.