UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Tesis

Pengaruh authentic problem based learning (apbl) dengan pendekatan stem disertai asesmen formatif terhadap argumentasi ilmiah dan ketrampilan proses sains pada materi termodinamika / Aurelia Astria L. Jewaru

Jewaru, Aurelia Astria L. - Nama Orang;

Abstrak
Argumentasi ilmiah dan keterampilan proses sains (KPS) merupakan kemampuan penting dalam pembelajaran untuk meningkatkan literasi sains siswa dalam kurikulum pendidikan abad 21. Bentuk argumentasi ilmiah mendorong proses kognitif dan metakognitif keterampilan komunikasi keterampilan penalaran kritis. KPS melatih siswa untuk terampil dalam aktivitas belajar atau praktikum fisika yang terarah baik kognitif maupun psikomotor untuk menemukan suatu konsep prinsip atau teori. Kemampuan argumentasi ilmiah dan KPS yang baik dapat membantu siswa dalam memahami pembelajaran fisika terkhususnya materi termodinamika. Namun kemampuan argumentasi ilmiah dan KPS siswa dalam termodinamika masih belum optimal karena materi termodinamika yang terkesan abstrak dan susah dipahami. Pembelajaran autentik diperlukan di mana fenomena termodinamika sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari siswa. Oleh karena itu solusi pembelajaran berbasis autentik atau authentic problem based learning (aPBL) dengan pendekatan STEM dan penilaian formatif untuk mengatasi argumentasi ilmiah dan KPS siswa yang rendah masih jarang ditemukan. Penelitian ini bertujuan untuk menggali dan melihat peningkatan kemampuan argumentasi ilmiah dan KPS siswa pada mata pelajaran Termodinamika melalui aPBL dengan pendekatan STEM disertai asesmen formatif. Untuk melihat kemampuan siswa tersebut maka pada penelitian ini menggunakan mixed methods dengan desain embedded experimental dan sampel penelitian adalah 33 siswa kelas XI IPA di SMAN 1 Waikabubak. Instrumen yang digunakan untuk argumentasi Ilmiah berupa tes uraian termodinamika sebanyak 5 butir soal dengan reliabilitas 0 731 sedangkan untuk KPS berupa tes pilihan ganda beralasan sebanyak 10 butir soal dengan reliabilitas 0 858. Instrumen tes ini diberikan pada sesi pretest dan posttest. Analisis kuantitatif argumentasi ilmiah dan KPS berdasarkan data pretest dan posttest diuji normalitasnya. Data argumentasi ilmiah tidak terdistribusi normal maka diuji beda menggunakan uji Wilcoxon. Data KPS terdistribusi normal dengan demikian diuji beda menggunakan paired sample t-test. Selanjutnya kedua data diuji menggunakan N-gain dan effect size. Data kualitatif diperoleh dari variasi jawaban siswa hasil wawancara dan observasi dianalisis dengan reduksi data koding dan penarikan kesimpulan. Hasil jawaban argumentasi siswa dikategorikan ke dalam lima level argumentasi ilmiah yaitu sangat lemah lemah cukup kuat kuat dan sangat kuat. Pada hasil jawaban KPS dikategorikan sesuai indikator KPS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan yang signifikan pada kemampuan argumentasi ilmiah siswa dengan N-gain 0 51 (kategori sedang) dan effect size 2 84 (kategori kuat). Perubahan hasil skor rata-rata siswa yaitu dari kategori sangat rendah menjadi sedang. Selain itu siswa masih mengalami kesulitan dalam menentukan usaha pada sistem menganalisis grafik PV efisiensi mesin Carnot dan memahami konsep entropi. Kriteria argumentasi ilmiah siswa sebelum diberikan model pembelajaran dominan pada level 1 yaitu argumentasi sangat lemah dan setelah diberikan model pembelajaran dominan pada level 3 yaitu argumentasi cukup kuat. Dimana siswa pada level 3 dominan hanya mampu menulis argumentasinya dengan komponen claim data warrant dan backing. Untuk hasil KPS siswa menunjukkan bahwa terdapat peningkatan yang signifikan dengan N-gain 0 52 (kategori sedang) dan effect size 3 92 (kategori kuat). Perubahan hasil skor rata-rata siswa yaitu dari kategori sangat rendah menjadi sedang. Peningkatan terendah berdasarkan indikator KPS yaitu pada indikator menyimpulkan dan peningkatan tertinggi yaitu indikator mengamati. Selain itu berdasarkan hasil observasi KPS siswa selama proses pembelajaran persentase terendah yaitu indikator memprediksi dan persentase tertinggi yaitu indikator mengklasifikasi. Hasil penelitian ini merekomendasi bahwa guru dapat menggunakan model aPBL dengan pendekatan STEM disertai asesmen formatif pada materi lain yang bersifat kontekstual. Sementara itu bagi penelitian lainnya diharapkan dapat menambah kelas kontrol atau kelas eksperimen lain sebagai pembanding dalam meningkatkan argumentasi ilmiah dan KPS siswa Selain itu diperlukan juga kajian lebih dalam terkait hubungan antara argumentasi ilmiah dan KPS siswa.


Informasi Detail
DDC
Rt 536.707 JEW p
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Pendidikan Fisika, 2021.
Deskripsi Fisik
xvi, 245 lembar : il. ; 30 cm.
Bahasa
Indonesia
No Reg
02220/KI/22
Edisi
Tesis (Pascasarjana)--Universitas Negeri Malang. 2021
Subjek
1. TERMODINAMIKA - PEMBELAJARAN
2. TERMODINAMIKA - STUDI AND TECHING
3. THERMODYNAMICS - LEARNING

Pembimbing
1. Parno ; 2. Nasikhudin
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik