Skripsi
Pertarungan wacana warna putih dalam novel white wedding karya ziggy zezsyazeoviennazabrizkie / Bthari Yusti Maharani
Abstrak
Wacana merupakan sebuah tuturan yang diciptakan oleh masyarakat. Dalam tuturan tersebut mengandung sejumlah norma kepercayaan ataupun latar sosial-budaya yang melatarbelakangi kehidupan masyarakat. Dengan adanya keberagaman dari latar belakang tuturan di masyarakat mengakibatkan timbulnya perlawanan wacana dalam kehidupan masyarakat. Perlawanan wacana dalam masyarakat tersebut disajikan melalui media salah satunya karya sastra berwujud novel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk pertarungan wacana mengenai warna putih berserta tujuan adanya dari pertarungan wacana tersebut. Tujuan tersebut terbagi menjadi tiga fokus. Pertama pertarungan wacana warna putih yang berkaitan dengan latar belakang tokoh dan kebudayaan. Kedua pertarungan wacana warna putih dan wacana kasih sayang (cinta). Ketiga kolerasi pertarungan wacana warna putih dengan wacana kasih sayang. Hal ini ditinjau melalui konteks karya yang kental dengan wacana warna putih dan wacana kasih sayang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan analisis wacana kritis. Pendekatan analisis wacana kritis tersebut disokong oleh teori semiotika dan teori kebutuhan dari Abraham Maslow dengan fokus bagian pada cinta. Penggunaan banyak teori dalam penelitian ini dikarenakan dalam karya sastra yang menjadi obyek penelitian mengandung beberapa aspek yang saling berkesinambungan. Selain itu indikator pada data penelitian berdasarkan konteks pada teks karya sehingga pada teknik analisis data menggunakan dua macam cara yaitu grounded theory dan kerangka analisis. Pertama data-data yang berkaitan dengan fokus penelitian disaring menggunakan metode kerangka analisis. Kedua data-data temuan tersebut dikomparasikan dengan temuan penelitian sebelumnya yang bersifat objektif. Setelah data-data tersebut dikomparasikan dimasukkan ke dalam konteks karya dan dikaji menggunakan perspektif subjektif. Hasil penelitian terbagi menjadi tiga macam bagian. Bagian pertama yaitu pandangan tokoh mengenai warna putih penyebab serta bentuk pertarungan wacana. Bagian kedua yaitu hasil mengenai konsep cinta yang terkandung dalam pertarungan wacana warna putih. Pada bagian kedua ini ditemukan tiga konsep cinta yaitu (a) cinta romantik-platonik (b) parental love-agape dan (c) self-love. Dari pertarungan wacana warna putih tersebut terselip bentuk-bentuk wacana cinta sehingga pada bagian ini melahirkan hasil penelitian yang ketiga. Hasil ketiga merupakan tujuan dari pertarungan wacana warna putih yang juga memiliki isi wacana cinta. Tujuan dari pertarungan wacana warna putih tersebut yaitu sebagai kunci dari pembangunan tokoh utama sebagai tokoh yang hidup dan tangguh. Hal ini dapat disimpulkan demikian dikarenakan pada akhir karya bentuk dominasi makna warna putih dibuat selaras tidak saling bertubrukan seperti pada awal konflik dalam karya.