Skripsi
Kemandirian belajar, pemanfaatan waktu, dan kondusifitas lingkungan belajar siswa pada proses pembelajaran daring di SMA laboratorium UM pada masa pandemi covid-19 / Farida Kiky Oktaviani
Abstrak
Pembelajaran berbasis daring merupakan kebijakan yang dikeluarkan pemerintah untuk dapat terus melaksanakan pembelajaran ditengah pandemi covid-19. Dimana dalam pembelajaran daring menuntut siswa untuk meningkatkan kemandirian belajar dan dapat memanfaatkan waktunya sebaik mungkin mengingat pembelajaran daring tidak terbatas ruang dan waktu. Berhubung pembelajaran daring ini dilakukan ditengah pandemi covid-19 yang diiringi dengan kebijakan karantina mandiri atau lockdown maka siswa mengikuti pembelajaran dari rumah masing-masing. Untuk itu perlu adanya penyesuaian lingkungan belajar yang untuk siswa. Penelitian ini bertujuan untuk melihat kemandirian belajar pemanfaatan waktu untuk mengikuti pembelajaran dan mengerjakan tugas secara online serta mengetahui kondusifitas lingkungan belajar siswa pada proses pembelajaran daring di masa pandemic covid-19. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis deskriptif. Dimana subjek penelitiannya adalah siswa kelas X MIPA 1 dan kelas X MIPA 2 SMA Laboratorium UM. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran daring yang telah dilakukan di SMA Laboratorium UM selama masa pandemi Covid-19 yang telah berlangsung dari Maret 2020 telah mampu menciptakan kemandirian belajar pada siswa dan memudahkan siswa untuk menggunakan waktu lebih efisien dalam mengikuti pembelajaran. Agar siswa nyaman dalam mengikuti pembelajaran ia membutuhkan lingkungan belajar yang tenang komunikatif saling mendukung dan memotivasi meraih prestasi. Interaksi yang dilakukan oleh siswa secara pribadi cenderung dilakukan diluar jam pelajaran agar tidak mengganggu pembelajaran yang sedang berlangsung. Selama pembelajaran daring siswa memiliki pemahaman yang cukup baik terhadap materi yang diajarkan. Saran dari hasil penelitian ini yang pertama untuk pihak sekolah diharapkan penelitian ini dapat digunakan untuk mempertimbangkan sistem terbaik yang diberlakukan di sekolah tersebut sesuai dengan kemampuan siswa untuk melakukan belajar mandiri dan ketersediaan lingkungan yang mendukung untuk melakukan pembelajaran. Yang kedua bagi siswa agar dapat menggunakan hasil penelitian ini sebagai tambahan pengetahuan untuk mengetahui mengenai bagaimana cara menghadapi kesulitan yang terjadi saat melakukan pembelajaran dan juga merefleksi atau menilai diri sendiri sudah mampu atau belum melakukan pembelajaran secara daring dilihat dari aspek-aspek yang dibahas dalam penelitian ini. Yang ketiga saran untu peneliti selanjutnya diharapkan melakukan cakupan yang lebih luas baik dari segi jumlah informan dan juga jangkauan kelas yang diteliti sehingga hasil yang didapatkan akan benar-benar mendekati suara mayoritas dari populasi. Penelitian ini hanya melihat kemandirian belajar pemanfaataan waktu dan kondusifitas lingkungan belajar. Masih banyak aspek lain yang sekiranya juga perlu diungkap untuk melihat hasil yang lebih lengkap agar dapat dijadikan pertimbangan untuk mengambil kebijakan melanjutkan sistem pembelajaran secara daring atau tidak.