Skripsi
Pengembangan video pembelajaran membuat banoffee dessert box bagi siswa tunarungu SMALB YPTB Malang / Fitri Handayani
Abstrak
Tunarungu adalah seseorang yang kehilangan pendengaran baik sebagian ataupun seluruhnya sehingga mengakibatkan hambatan dalam perkembangan bahasa dan membutuhkan bimbingan dan pendidikan khusus. Berdasarkan hasil observasi yang telah diakukan di SMALB YPTB Malang ditemukan permasalahan bahwa media pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran tata boga masih bersifat konvensional yaitu resep dengan tulisan saja yang menyebabkan ketidakefektifannya pembelajaran tata boga khususnya pada pembelajaran membuat cake. hal tersebut tidak sejalan dengan krakteristik anak tunarungu yang membutuhkan penjelasan mendetail karena kurangnya kemampuan dalam daya abstraksinya. Tujuan dari penelitian pengembangan ini adalah menghasilkan video pembelajaran membuat banoffee dessert box untuk siswa tunarungu SMALB YPTB Malang yang efektif. Penelitian dan pengembangan video pembelajaran membuat banoffee dessert box ini menggunakan model ADDIE yang dikembangkan oleh Branch. Subyek validasi dari penelitian pengembangan ini adalah ahli media ahli materi praktisi dan siswa tunarungu SMALB YPTB Malang. Teknik analisis data yang digunakan adalah presentase pada data kuantitatif dan deskriptif pada data kualitatif. Hasil dari validasi gabungan ahli media ahli materi dan praktisi video pembelajaran membuat banoffee dessert box mendapatkan presentase nilai 93 44% yang berarti video pembelajaran membuat banoffee dessert box dapat dikatakan sangat layak dan dapat digunakan sebagai media pembelajaran di SMALB YPTB Malang.