UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Skripsi

Pelaksanaan pembinaan kemandirian berwirausaha narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Lowokwaru Kota Malang / Rosyidi Firdaus

Firdaus, Rosyidi - Nama Orang;

Abstrak
Sumber daya manusia harus dikembangkan untuk menjadi sarana pembangunan sebagai pemikir perencana penggerak pelaksana dan dukungan pembangunan. Pembangunan mutu manusia tidak semudah membangun gedung atau fisik yang lain karena pembangunan manusia memerlukan proses yang panjang dan harus benar-benar terencana untuk itu pendidikan nasional harus diberikan merata untuk warga Negara demi menciptakan sumber daya yang mumpuni di segala sektor dan untuk membuka lapangan pekerjaan baru mengingat masalah besar yang dihadapi suatu bangsa tidak lepas dari kurangnya lapangan pekerjaan. Dengan bekerja seseorang dapat memenuhi kebutuhannya. Orang yang kesusahan dalam mencukupi kebutuhannya cenderung melakukan tindakan negatif yang pada akhirnya menjerumuskan mereka kedalam sel tahanan. Dengan demikian meskipun warga Negara hilang kemerdekaan didalam sel tahanan mereka tetap memiliki hak yakni dibina untuk menjadi pribadi yang mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan pola pembinaan kemandirian berwirausaha narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Lowokwaru kota Malang memaparkan bentuk pembinaan wirausaha yang diajarkan di Lembaga Pemasyarakatan Lowokwaru kota Malang memaparkan hambatan yang dialami Lembaga Pemasyarakatan Lowokwaru dalam melaksanakan pembinaan memaparkan solusi untuk mengatasi hambatan dalam melakukan pembinaan narapidana. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Penelitian berlokasi di Lembaga Pemasyarakatan Lowokwaru kota Malang dan Sumber data penelitian ini adalah KA bidang kegiatan kerja KA seksi bimbingan kerja dan narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Lowokwaru kota Malang. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi wawancara dan dokumentasi. Pola pembinaan narapidana untuk membentuk kemandirian dilaksanakan melalui 3 tahapan yakni admisi orientasi pembinaan tindak lanjut dan reintegrasi. Masing-masing tahapan memiliki tujuan dan target yang harus dicapai narapidana. Tahapan ini dilaksanakan secara berurutan sesuai tingkatan penjagaan dan muatan pembinaan yang diberikan kepada narapidana. Semakin narapidana kooperatif dalam mengikuti pembinaan kontrol penjagaan juga akan semakin dikurangi sehingga akan timbul jiwa kemandirian narapidana. pelaksanaan pembinaan diisi dengan pembinaan kemandirian yakni berwirausaha. Narapidana diberikan pelatihan berupa keterampilan agar nantinya narapidana kelak ketika keluar dari Lembaga Pemasyarakatan mempunyai bekal keterampilan dan membuka wirausaha. Berwirausaha dijadikan solusi mengingat status mereka sebagai mantan narapidana dapat mempersulit dalam mencari pekerjaan. Pelaksanaan pembinaan kemandirian berwirausaha di Lembaga Pemasyarakatan Lowokwaru mengalami hambatan yakni terlalu banyak narapidana atau over capacity dan kurangnya jenis bidang keterampilan yang diajarkan. Over capacity terjadi karena laju pertumbuhan penghuni lapas tidak sebanding dengan sarana lapas. Dampaknya sangat berpengaruh pada pelaksanaan pembinaan kemandirian berwirausaha terutama pada ketersediaan ruang bagi narapidana mempraktekan keterampilan yang sudah diajarkan. Kurangnya bidang keterampilan adalah imbas dari over capacity karena semakin banyak narapidana semakin beragam pula minat dan bakat untuk itu Lembaga Pemasyarakatan harus menyediakan bidang pelatihan keterampilan yang banyak. Solusi untuk mengatasi hambatan tersebut adalah memanfaatkan ruang yang dimiliki Lembaga Pemasyarakatan Lowokwaru dan bekerjasama dengan pihak ketiga. Ruang disekitar sel tahanan bisa dijadikan tempat narapidana mempraktekan hasil pembinaan keterampilan. Pemanfaatan ini tentu dengan arahan pihak Lapas dilakukan dengan pengawasan. Selain itu untuk memenuhi bidang keterampilan yang dibutuhkan Lembaga Pemasyarakatan Lowokwaru bekerjasama dengan pihak ketiga. Tujuannya adalah pihak ketiga dapat menjadi mitra baik menyediakan sarana prasarana pembinaan keterampilan maupun segi permodalan. Pihak ketiga juga dapat dijadikan tenaga pelatih sesuai bidang keahliannya. Peneliti memberikan saran bagi Lembaga Pemasyarakatan Lowokwaru dan narapidana. untuk Lembaga Pemasyarakatan Lowokwaru agar Memperbanyak materi pelatihan pembinaan sehingga semakin banyak hal yang dapat dipelajari oleh narapidana. Materi pelatihan tidak hanya bersifat praktik tetapi juga kursus-kursus bahasa maupun komputer. Kemudian untuk narapidana Narapidana yang merupakan obyek sekaligus subyek pembinaan diharapkan berusaha sekuat tenaga untuk mengubah perilaku mereka atas dasar kemauan sendiri dan berusaha mengikuti pembinaan yang diberikan dengan sebaik-baiknya. Karena pribadi mereka sendirilah yang dapat merubah perilaku negatif yang telah dilakukannya Lembaga Pemasyarakatan hanya berfungsi sebagai sarana dalam proses perubahan pribadi narapidana.


Informasi Detail
DDC
Rs 338.0407 FIR p
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, 0.
Deskripsi Fisik
xvi, 104 lembar : il. ; 30 cm.
Bahasa
Indonesia
No Reg
01867/KI/22
Edisi
Skripsi (Sarjana)--Universitas Negeri Malang.
Subjek
1. WIRA USAHA - STUDI DAN PENGAJARAN
2. WIRA USAHA - KEMANDIRIAN - NARAPIDANA

Pembimbing
1. Didik Sukriono ; 2. Sudirman
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik