Skripsi
Eksposisi dalam berita kesehatan media daring sindonews.com edisi Januari-Maret 2021 / Sajidah Nur
Abstrak
Nur Sajidah. 2021. Eksposisi dalam Berita Kesehatan Media Daring Sindonews.Com Edisi Januari-Maret 2021. Skripsi Program Studi Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia dan Daerah Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Prof. Dr. Imam Suyitno M.Pd. (2) Ariva Luciandika S.Pd M.Pd. Penelitian ini didasarkan pada pentingnya wacana pemaparan dalam suatu berita terutama berita kesehatan pada masa pandemi covid-19. Pemaparan atau ekpsosisi merupakan wacana yang berpengaruh dalam memberikan pemahaman informasi kepada pembaca. Selain itu eksposisi juga merupakan salah satu genre teks yang dipelajari dalam pelajaran Bahasa Indonesia baik di jenjang SMP dan SMA. Konteks tersebut menginsyaratkan perlunya dilakukan penelitian terhadap pemaparan pada berita kesehatan sehingga dapat diketahui karakteristik pemaparan yang ditulis oleh jurnalis dalam menginformasikan berita kesehatan sekaligus memberitahukan perkembangan terkini genre teks ekpsosisi di media daring. Fokus penelitian ini yaitu mengungkapkan (1) struktur isi eksposisi berita kesehatan dan (2) pola pengembangan eksposisi berita kesehatan. Metode sekaligus pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yakni kualitatif dengan orientasi teoritis analisis wacana. Instrumen penelitian ini yakni peneliti sendiri dibantu dengan tabel panduan pengumpulan dan analsisi data. Data dalam penelitian ini berupa kalimat dan paragraf yang menunjukkan wacana eksposisi. Sumber data dalam penelitian ini yaitu berita kesehatan yang dimuat di media Sindonews.com edisi Januari-Maret 2021. Tahap analisis data terdiri atas reduksi data penyajian data dan penarikan simpulan. Pengecekan keabsahan temuan penelitian terdiri atas (a) keikutsertaan peneliti (b) ketekunan pengamatan (c) triangulasi data dan (d) diskusi kesejawatan Berdasarkan analisis data dikemukakan dua simpulan berdasarkan fokus penelitian ini. Pertama struktur isi eksposisi dalam berita kesehatan terdiri atas tesis argumen (bukti-bukti) dan penutup. (1) Tesis eksposisi dalam berita kesehatan dikategorikan menjadi (1-a) tesis berupa usulan penulis yang dikategorikan menjadi nasihat saran dan peringatan (1-b) tesis berupa penegasan fakta yang dikategorikan menjadi hasil perhitungan penulis penegasan disertai alasan dan memberikan contoh-contoh dari suatu fakta (1-c) tesis berupa pernyataan ketidakselarasan dikategorikan menjadi ketidakselarasan anggapan masyarakat dan tindakan masyarakat. (2) Argumen (bukti-bukti) eksposisi dalam berita kesehatan dikategorikan menjadi (2-a) bukti berupa fakta yang dikategorikan menjadi kondisi nyata hasil penelitian isi dokumen resmi fakta yang dinyatakan oleh tokoh data statistik (2-b) bukti berupa opini yang dikategorikan menjadi opini berupa saran dan opini berupa penilaian. (3) Penutup eksposisi dalam berita kesehatan dikategorikan menjadi penegasan ulang rekomendasi penilaian atau sorotan kutipan dan simpulan. Kedua pola pengembangan eksposisi dalam berita kesehan dikategorikan menjadi dua yaitu pola pengembangan sederhana dan pola pengembangan kompleks. Pola pengembangan sederhana dikategorikan menjadi delapan kategori yaitu (1) pola pengembangan sebab-akibat yang dikategorikan menjadi pola sebab-akibat dan akibat-sebab (2) pola pengembangan klasifikasi yang dikategorikan menjadi klasifikasi berdasarkan karakteristik dan klasifikasi berdasarkan manfaat (3) pola pertentangan yang dikategorikan menjadi pertentangan terhadap anggapan dan pertentangan terhadap sikap (4) pola proses yang dikategorikan menjadi proses disertai gejala proses berupa langkah-langkah dan proses berupa rangkaian peristiwa (5) ilustrasi yang berupa satu kategori yakni ilustrasi perumpamaan (6) pola laporan yang dikategorikan menjadi laporan kegiatan dan laporan peristiwa (7) contoh-contoh yang berupa satu kategori yakni contoh-contoh cara (8) perbandingan yang berupa satu kategori yakni perbandingan dua aspek. Berdasarkan simpulan penelitian ini diajukan beberapa saran. Pertama kepada masyarakat pembaca. Masyarakat pembaca perlu lebih jeli dalam membaca berita kesehatan terutama untuk menerima usul atau anjuran dari berita yang dibaca dan mencermati perbedaan antara fakta dan opini yang dimuat. Kedua kepada jurnalis berita kesehatan. Jurnalis atau penulis berita kesehatan perlu memperhatikan pemaparan dan pola yang dikembangkan dalam menulis berita kesehatan karena wacana pemaparan berpengaruh dalam penyampaian informasi kepada pembaca. Ketiga kepada guru Bahasa Indonesia. Hasil penelitian ini dapat dijadikan tambahan referensi dalam pembelajaran teks eksposisi guna memperkaya wawasan perkembangan eksposisi di media daring masa kini misalnya dalam pembedahan struktur dan pola pengembangan eksposisi. Selain itu guru dapat menjadikan hasil penelitian ini sebagai referensi memperkenalkan keberagaman bentuk dan karakteristik berita kesehatan. Keempat kepada peneliti selanjutnya. Penelitian ini dapat dijadikan rujukan untuk penelitian sejenis oleh peneliti lanjutan dengan sumber data lain dan fokus penelitian yang berbeda.