Skripsi
Transformasi tradisi kebur ubalan masyarakat Desa Jarak Kecamatan Plosoklaten Kabupaten Kediri / Nadya Bherta Viana Putri
Abstrak
Kabupaten Kediri memiliki beragam kebudayaan salah satunya adalah Tradisi Kebur Ubalan. Tradisi Kebur ubalan merupakan tradisi masyarakat Desa Jarak yang berkaitan dengan Sumber air Ubalan. Era modernisasi ini tradisi juga berkembang dan terus mengalami perubahan. Perubahan ke arah lebih baik inilah yang disebut sebagai transformasi. Transformasi ini bersifat untuk mempertahankan nilai-nilai budaya dengan mengikuti perkembangan zaman agar tidak ditinggalkan oleh masyarakatnya. Tradisi Kebur Ubalan mengalami transformasi dari tahun ke tahun. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi wawancara dan dokumentasi. Sedangkan untuk teori penelitian ini menggunakan teori Perubahan Sosial Fungsionalis William F Ogburn. Berdasarkan hasil penelitian data yang diperoleh sebagai berikut (1) Proses Transformasi Tradisi Kebur Ubalan Masyarakat Desa Jarak Kabupaten Kediri. Perubahan tradisi kebur ubalan diawali pada tahun 1977 hingga 2021. Proses perubahan tradisi kebur jika dikaitkan dengan teori proses perubahan tradisi kebur ubalan melalui beberapa tahapan yaitu a) penciptaan terbentuknya tradisi kebur ubalan dan dikombinasikan dengan unsur yang baru b) penemuan pembaruan tradisi kebur ubalan yang terdiri dari perubahan istilah perubahan tema tujuan tempat pelaksanaan waktu pelaksanaan alat-alat untuk tradisi dan serangkaian tradisi kebur ubalan c) penyebaran tradisi kebur ubalan dipengaruhi oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Kediri teknologi dan kepala desa d) penyesuaian dalam hal ini masyarakat menyesuaikan tradisi jaman dahulu dan sekarang. (2) Tradisi Kebur Ubalan Masyarakat Desa Jarak Kabupaten Kediri di Masa Pandemi Covid-19. Di masa pandemi serangkaian tradisi kebur ubalan mengalami perubahan jika dikaitkan dengan teori proses perubahan tersebut hanya pada tahap penemuan yaitu pembaruan tradisi kebur ubalan dari segi waktu dan serangkaian tradisi seperti selamatan upacara adat pengambilan ikan dan penyebaran ikan. Sedangkan penyesuaian masyarakat menyesuaikan tradisi ditengah-tengah pandemi Covid-19 . Perubahan yang terjadi dalam tradisi kebur ubalan dianggap fungsional karena dapat diterima dan memberikan manfaat bagi masyarakat.