Skripsi
Dari komunal menjadi individual: studi perubahan tradisi pethik pari di Desa Karangrejo sebelum pandemi dan masa pandemi covid-19 / Alifia Putri Azahra
Abstrak
Tradisi pethik pari bagi masyarakat petani di Karangrejo tidak hanya dijadikan sebagai wujud syukur hasil panen yang melimpah melainkan memiliki nilai dan makna sakralitas yang dikonstruksikan oleh masyarakat petani di lingkungan mereka. Namun masyarakat petani di desa Karangrejo saat ini hidup dalam situasi new normal akibat pandemi covid-19 sehingga terjadi perubahan realitas sosial kultural masyarakat petani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan tradisi pethik pari di desa Karangrejo sebelum dan saat pandemi covid-19. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif deskriptif. Pengumpulan data yang digunakan yakni observasi wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan Miles dan Huberman. Uji keabsahan data peneliti menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teori sakral dan profane karya Mircea Eliade. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat petani masih menjadikan tradisi pethik pari sebagai tradisi sakral sehingga tidak boleh ditinggalkan masyarakat petani karena dapat mempengaruhi kesejahteraan masyarakat petani kemudian hari. Pada masa pandemi covid-19 masyarakat petani melakukan penyederhanaan sesaji serta runtutan pelaksanaan ritual yang dilakukan saat pandemi sesuai arahan dukun yang sudah melakukan meditasi terkait sesaji ritual. Sesaji yang digunakan telah disederhanakan dibandingkan sesaji sebelum pandemi masyarakat petani yang melakukan ritual tidak secara berkelompok melainkan lebih bersifat individu. Didukung adanya slogan Jawa yakni sluman slumun slamet. Sehingga mendorong masyarakat petani tetap melangsungkan tradisi.