Disertasi
Pengembangan model dispare learning untuk meningkatkan kemampuan kesiapsiagaan bencana / Syahril Lukman
Abstrak
Bencana alam geologi maupun hidrometeorologi di Indonesia setiap tahun terus megalami peningkatan. Jumlah kejadian bencana hidrometeorologi lebih banyak dibandingkan bencana geologi namun bencana yang banyak menimbulakan korban jiwa dan kerugian harta benda adalah bencana geologi. Salah satu bencana yang sering terjadi di Kota Ternate dan berisiko tinggi adalah bencana alam letusan Gunungapi Gamalama. Letusan Gunungapi Gamalama memiliki potensi bahaya secara langsung maupun tidak langsung sehingga sangat membahayakan masyarakat khususnya siswa terutama berada di daerah kawasan rawan bencana. Oleh karena itu perlu ditingkatkan kemampuan kesiapsigaan siswa dalam menghadapi bencana alam Gunungapi karena dengan kemampuan kesiapsigaan yang dimiliki siswa dapat meminimalisir risiko bencana. Tujuan penelitian yaitu mengembangkan model dispare learning yang valid praktis dan efektif. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan. Model dispare learning dikembangkan menggunakan model Plom terdiri dari tiga tahap yaitu investigasi awal prototipe dan penilaian. Sedangkan kriteria kualitas produk mengacu pada Nieveen dan Folmer yaitu kriteria kevalidan kepraktisan dan keefektifan. Tahap investigasi awal dilakukan analisis kebutuhan dan studi literatur yang relevan. Tahap prototipe dilakukan perancangan produk meliputi model dispare learning perangkat pembelajaran dan instrumen penelitian selanjutnya prototipe produk divalidasi oleh ahli. Tahap penilaian dilakukan uji coba di kelas untuk menentukan produk yang dikembangkan telah memenuhi kriteria paraktis dan efektif. Hasil penelitian ini yaitu (1) hasil kevalidan produk menunjukkan model dispare learning dan perangkat pembelajaran yang dikembangkan telah memenuhi kriteria kevalidan sehingga produk layak digunakan dan diuji coba. Hasil kevalidan instrumen kepraktisan meliputi instrumen LPKM LPAS dan ARS semunya telah memenuhi kriteria kevalidan sehingga instrumen kepraktisan yang dikembangkan layak digunakan untuk pengambilan data kepraktisan produk. Hasil kevalidan instrumen keefektifan yaitu berupa instrumen angket kesiapsiagaan siswa dalam menghadapi bencana alam Gunungapi Gamalama telah memenuhi kriteria kevalidan sehingga instrumen angket yang dikembangkan layak digunakan untuk pengambilan data keefektifan produk (2) hasil kepraktisan produk yang dikembangan telah memenuhi kriteria kepraktisan hal ini berdasarkan hasil pengamatan keterlaksanaan komponen model dispare learning termasuk kategori ldquo seluruhnya terlaksana rdquo hasil aktivitas siswa termasuk kategori ldquo sangat aktif rdquo dan hasil respon siswa terhadap penerapan model dan perangkat pembelajaran termasuk kategori ldquo sangat positif rdquo (3) hasil keefektifan produk diperoleh melalui penelitian desain eksperimen menunjukkan bahawa model dispare learning yang dikembangkan mampu meningkatkan kesiapsiagaan siswa dalam menghadapi bencana alam Gunungapi. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dengan demikian model dispare learning yang dikembangkan memenuhi kriteria valid praktis dan efektif.