Skripsi
Puisi di mana cinta mesti tumbuh?: transformasi teks cerita cinta tidak tumbuh di sembarang tempat karya dorothea rosa herliany / Indra Yogatama
Abstrak
Buku Puisi Di Mana Cinta Mesti Tumbuh (selanjutnya disingkat DMCMT) berisi 50 puisi dengan 9 bagian yang terinspirasi dari buku kumpulan cerita Cinta Tidak Tumbuh di Sembarang Tempat (selanjutnya disingkat CTTDST) karya Dorothea Rosa Herliany. Sebagaimana tema dalam buku kumpulan ceritanya buku puisi ini juga bertemakan percintaan dan konflik rumah tangga. Selain itu juga bisa dikatakan mengangkat tema perempuan dalam kehidupan rumah tangga mdash karena sebagian besar cerita tokoh utamanya adalah seorang perempuan dengan konflik yang diangkat berupa perasaan perempuan menjadi seorang istri dengan suami yang memiliki karakter tertentu. Tidak hanya itu beberapa cerita mengangkat tema misteri. Namun tema besar dari buku ini adalah percintaan antara seorang suami dan istrinya. Saya memilih untuk mengalihwahanakan kumpulan cerita itu ke dalam medium puisi. Tentu bukan hal mudah. Tugas saya barangkali cukup berat yaitu memendekkan cerita yang panjang dan memadatkan makna yang cair mdash tanpa menghilangkan esensi cerita utuhnya. Akhirnya buku kumpulan puisi DMCMT ini selesai ditulis pada tahun 2020 ketika saya sampai di semester tiga belas. Cara saya mengalihwahanakan cerita menjadi puisi yaitu dengan mengambil bagian-bagian penting yang membangun cerita. Misalnya unsur tokoh dialog alur perasaan dan suasana. Langkah-langkahnya cukup sederhana. Ada yang saya tafsirkan bebas menjadi beberapa puisi setelah secara keseluruhan cerita saya baca berulang kali mdash sampai benar-benar memahami unsur-unsur yang membangunnya. Ada juga yang saya petakan menurut pokok pikiran atau gagasan sehingga didapat beberapa kelompok paragraf mdash yang nantinya akan dialihwahanakan menjadi puisi. Setelah mendapatkan semua data-data itu langkah berikutnya yaitu menuangkannya ke dalam medium puisi mdash dengan memperhatikan hal-hal yang mesti ada di dalam puisi. Berdasarkan hasil karya tersebut para ahli memberi kritik dan ulasan yaitu (1) khas anak muda dunia anak muda dan jeli membaca suasana (2) kurang tepat disebut karya alih wahana tapi lebih tepat sebagai karya saduran hasil inspirasi karya lain (hipogram) (3) berhasil menghidupkan pikiran tokoh-tokoh dalam cerita (4) alusinya cukup tajam tapi tetap membumi dan liris (5) yang kurang dan belum konseptualisasi dan formulasi teoretisnya (6) bahasanya sudah enak lumayan lezat dan bergizi serta mengalir (7) tidak perlu pakai teori alih wahana lebih baik pakai teori transformasi intertekstualitas atau intermedialitas (8) karya Dorothea CTTDST hanya sebagai hipogramnya DMCMT atau sumber penciptaan.