Tesis
Pengembangan model pembelajaran bola kecil untuk siswa SD di Kota Malang / Kartyas Argya Pradana
Abstrak
Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan saat ini memiliki kendala dikarenakan situasi yang tidak mendukung. Kendala tersebut adalah adanya pandemi COVID-19 yang mengharuskan semua pelajaran termasuk PJOK dilaksanakan secara daring. Hal ini membuat pembelajaran PJOK menjadi kurang maksimal dikarenakan guru tidak dapat memantau langsung dan para siswa dibatasi kuota yang mengakibatkan durasi pembelajaran berkurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pembelajaran bola kecil yang dikemas dalam bentuk video. Model yang telah dikembangkan akan melalui beberapa tahap uji validitas dari para ahli yaitu ahli materi ahli pembelajran dan ahli media. Setelah melalui tahap uji ahli maka dilakukan uji coba kelompok kecil dan uji kelompok besar. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan dengan produk berupa model pembelajaran bola kecil yang dikemas dalam bentuk video pembelajaran bola kecil. Prosedur pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah mengikuti prosedur dari Borg amp Gall (2003) yang telah dimodivikasi agar sesuai dengan kebutuhan peneliti sehingga menjadi tujuh butir saja yang meliputi (1) Pengumpulan informasi (2) Desain produk (3) Validasi desain (4) Revisi produk (5) Uji coba produk (6) Revisi produk (7) Produk final. Hasil analisis data dari penelitian secara keseluruhan adalah valid atau layak digunakan sebagai alat bantu mengajar. Hasil tersebut meliputi (1) validasi ahli materi 75% (cukup valid) (2) validasi ahli pembelajaran 83 3% (sangat valid) (3) validasi ahli media 100% (sangat valid) (4) uji coba kelompok kecil bagian kemudahan 86 8% (sangat valid) (5) uji coba kelompok kecil bagian kemenarikan 93 5% (sangat valid) (6) uji coba kelompok besar di SDN Blimbing 3 87 3% (sangat valid) (7) uji coba kelompok besar di SDN Karangbesuki 3 89 8% (sangat valid) Berdasarkan hasil analisis data tersebut dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran bola kecil untuk siswa SD di Kota Malang ini layak untuk digunakan sebagai alat bantu mengajar guru di masa pandemic covid19.