Skripsi
Analisis higher order thinking skills pada soal penilaian akhir semester gasal muatan pendidikan kewarganegaraan kelas v tahun ajaran 2020/2021 di SD Negeri Gugus v kecamatan Gedangan kabupaten Malang / Bella Nahdhatul Putri
Abstrak
Penilaian Akhir Semester adalah penilaian yang dilaksanakan pada akhir semester guna mengetahui hasil belajar peserta didik. Teknik penilaian yang sering diaplikasikan dalam penilaian akhir semester adalah soal dan jawaban berbentuk tulisan. Pembuatan soal penilaian akhir semester membutuhkan soal yang bermuatan keterampilan berpikir tingkat tinggi atau disebut higher order thinking skills. Ada tiga aspek dalam ranah kognitif yang menjadi bagian dari keterampilan berpikir tingkat tinggi atau higher order thinking skills yaitu kemampuan menganalisis (C4) kemampuan mengevaluasi (C5) dan kemampuan menciptakan (C6). Peneliti ingin mengetahui gambaran soal dan persentase dari penilaian akhir semester gasal kelas V muatan Pendidikan Kewarganegaraan di SD Negeri gugus V Kecamatan Gedangan Kabupaten Malang. Gambaran rumusan soal dan persentase meliputi soal dengan kemampuan menganalisis mengevaluasi dan menciptakan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran soal dan persentase yang meliputi soal dengan kemampuan menganalisis mengevaluasi dan menciptakan pada penilaian akhir semester gasal kelas V muatan Pendidikan Kewarganegaraan di SD Negeri gugus V Kecamatan Gedangan Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa Soal Penilaian Akhir Semester Gasal Kelas V muatan Pendidikan Kewarganegaraan di SD Negeri Gugus V Kecamatan Gedangan Kabupaten Malang tahun ajaran 2020/2021 memiliki soal HOTS sebanyak 11 soal dari 25 soal. 11 soal ini meliputi dari 6 soal dengan kemampuan menganalisis 4 soal dari kemampuan mengevaluasi dan 1 soal dari kemampuan menciptakan. Gambaran persentase soal meliputi 44% untuk soal bermuatan HOTS 24% untuk soal dengan kemampuan menganalisis 16% untuk soal dengan kemampuan mengevaluasi dan 4% untuk soal dengan kemampuan menciptakan. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa soal yang diujiankan kepada peserta didik hanya sebagian kecil yang memiliki kandungan HOTS.