Skripsi
Karakteristik pembakaran mikroalga spirulina plantesis hasil demineralisasi pada circulating fluidized bed combustor. / Muhammad Dwi Arifianto
Abstrak
Isu lingkungan mempengaruhi tren konsumsi batubara saat ini. Perlu peningkatan dan pengenalan teknologi baru dalam pembakaran. Mikroalga Spirulina plantesis dapat dijadikan sebagai sumber energi terbarukan. Demineralisasi memungkinkan peningkatan untuk mikroalga Spirulina plantesis dalam pembuatan bahan bakar padat. Fludized Bed Combustor (FBC) adalah reaktor pembakaran yang memanfaatakan pasir suhu tinggi dan udara yang bergerak secara turbulensi sehingga proses heat dan mass transfer sangat cepat terjadi pada sistem ini. Penelitian bertujuan untuk mengetahui karakteristik distribusi temperatur pembakaran dan exhaust gas pembakaran serta nilai kalor morfologi kandungan unsur kimia perubahan komposisi makromolekul mikroalga Spirulina plantesis hasil demineralisasi pada FBC. Metode penelitian yang digunakan yaitu eksperimental eksploratif. Demineralisasi dilakukan menggunakan larutan HCL. Pengujian menggunakan bomb calorimeter digunakan untuk mengetahui nilai kalor. Uji FTIR untuk memperoleh kandungan makromolekul. Uji SEM-EDX digunakan untuk mengetahui morfologi serta kandungan kimia. Distribusi temperatur pada FBC diperoleh dari software yang telah terhubung. Gas analyzer digunakan untuk mengetahui emisi gas buang. Berdasarkan hasil penelitian pada mikroalga Spirulina plantesis hasil demineralisasi memiliki nilai kalor 23 64 MJ/kg lebih tinggi dari beberapa biomassa yang telah dibandingkan. Hasil pengujian FTIR pada raw material dan abu sisa hasil pembakaran pada rentang 3600 mdash 2000 cm-1 beberapa peak mengalami perubahan hal ini dikarenakan hilangnya protein dan kompenen lipid biomassa selama proses pembakaran. Daerah sekitar 1900 mdash 600 cm-1 untuk bands spectra mengalami perubahan dikarenakan adanya pengurangan kandungan protein pada biomassa terutama Amide II. Hasil pengujian SEM diperoleh bentuk morfologi raw material memiliki struktur yang utuh dan mengandung beberapa pori yang tidak terlalu mencolok pada struktur permukaan. Sedangkan bentuk morfologi abu sisa hasil pembakaran mengalami perubahan berupa terbentuknya porositas (struktur pori) yang diakibatkan pembakaran pada FBC. Proses demineralisasi mengurangi kandungan unsur kimia pada Spirulina plantesis. Data karakteristik pembakaran pada FBC menunjukkan hasil distribusi temperatur optimal terjadi pada termokopel 3 dengan jarak 28 cm dari hamparan pasir (bed distributor) menghasilkan temperatur maksimal 733 84 deg C. Emisi gas CO2 CO NO dan SO2 meningkat selama proses pembakaran sementara O2 mengalami penurunan selama proses pembakaran.