Skripsi
Pengembangan E-Modul pada Instagram sebagai alternatif sumber belajar di kala pandemi untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran dasar Desain Grafis / Lila Mubaroka
Abstrak
Di masa pandemi Corona Virus (COVID-19) sekolah dianjurkan untuk berganti metode pembelajaran yang semula luring menjadi daring oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Sebagian besar sekolah belum terbiasa dengan metode belajar daring hal tersebut mengakibatkan tingkat antusias dan motivasi beberapa siswa dalam belajar menurun. Hal ini dibuktikan juga pada SMKN 4 Malang yang pelaksanaan pembelajaran daringnya menggunakan Google Classroom. Guru mengunggah materi pada Google Classroom berupa file seperti ppt dan video yang berdurasi panjang untuk dipelajari siswa kemudian diberi tugas. Namun tidak semua siswa mengumpulkan tugas tepat waktu sehingga penggunaan media sosial Instagram bisa menjadi alternatif sumber belajar siswa. Hal ini dikarenakan Google Classroom memiliki kelemahan salah satunya sudah didesain secara khusus sebagai media pembelajaran yang membuat siswa bosan karena Google Classroom seperti sekolah. Berbeda dengan Instagram yang di kalangan siswa menjadi media sosial yang banyak digunakan hal ini didukung oleh data dari We Are Social pada tahun 2020 menempati urutan ke-4 pengguna terbanyak di Indonesia. Instragram memiliki keunggulan dalam menyediakan fitur-fitur salah satunya dapat dimanfaatkan untuk pendidikan yaitu sebagai sumber belajar berbentuk e-modul. E-modul akan dirancang berupa materi yang dikemas dengan menggunakan gambar maupun video yang dapat memudahkan siswa memahami materi. Siswa juga dapat saling berinteraksi melalui kolom komentar dan berinteraksi dengan guru atau admin secara privasi melalui direct message. Metode penelitian yang digunakan adalah ADDIE (analysis design development implement dan evaluate) dengan setiap tahapan penelitian dapat dievaluasi dan direvisi ketika ada tahapan yang kurang tepat. Kegiatan pada tahap implementasi yaitu memberikan angket motivasi kepada siswa sesudah penggunaan media. Selain itu juga memberikan pretest dan posttest sebagai acuan seberapa meningkat hasil belajar siswa. Hasil penelitian pada tahap pengembangan dimulai dari validasi oleh ahli media yang mendapatkan persentase 77% dan termasuk dalam kategori cukup valid. Selanjutnya validasi oleh ahli materi mendapatkan persentase 96% yang termasuk dalam kategori sangat valid. Pada uji coba kelompok kecil menunjukkan hasil 86% yang termasuk dalam kategori sangat valid dan pada kelompok besar 87% yang juga masuk kategori sangat valid. Hasil uji motivasi siswa dianalisis menggunakan rata-rata yang menunjukkan nilai 79 6% yang termasuk dalam kategori motivasi tinggi. Pada uji peningkatan hasil belajar dianalisis menggunakan standar gain menunjukkan nilai 0 71 yang termasuk dalam kategori tinggi. Dari hasil penelitian dapat didapatkan kesimpulan bahwa pengembangan penelitian ini menghasilkan produk berupa e-modul Pada instagram pada mata pelajaran dasar desain grafis yang layak digunakan.