Skripsi
Prediksi karakteristik hidraulik akibat keruntuhan tanggul sungai (studi kasus sungai way laala, Kabupaten Seram bagian barat) / Aprilian Baihaqi
Abstrak
Musim penghujan mengakibatkan aliran sungai meluap dan menggenangi daerah pemukiman yang ada pada sekitar daerah aliran sungai. Salah satu daerah aliran sungai yang megalami kejadian tersebut ialah daerah aliran Sungai Way Laala yang berlokasi di Dusun Laala Desa Loki Kecamatan Huamual Kabupaten Seram Bagian Barat dengan luas DAS seluas 24 356 km2 dan sungai sepanjang 3 269 km. Banjir pada Sungai Way Laala juga disebabkan karena sedimen sungai yang ditandai pada tahun 2000 tinggi jagaa yang mulanya 3 meter menjadi 0 7 meter pada tahun 2021. Banjir luapan Sungai Way Laala mengakibatkan Jalan Trans Maluku tergenang sehingga mengganggu aktivitas masyarakat sekitar. Karena hal tersebut banjir Sungai Way Laala dianalisis prediksi hidrauliknya yang meliputi kedalaman genangan luas genangan dan kecepatan aliran sungai. Analisis meliputi analisis hidrologi dan hidraulika. Analisis hidrologi digunakan dalam pembuatan hidrograf satuan sintetik yang mana pada hal ini menggunakan metode Snyder SCS dan Nakayasu. Analisis hidrologi berdasarkan data curah hujan yang diambil dari data sekunder yaitu Stasiun Hujan Kairatu. Pada analisis ini menggunakan kala ulang hujan 25 tahun dengan curah hujan tahunan sebesar 290 469 mm dan debit maksimum pada setiap metode hidrograf satuan sintetik untuk snyder sebesar 60 8 m3/s SCS sebesar 42 9 m3/s dan metode Nakayasu sebesar 158 662 m3/s. Kemudian dilakukan analisis hidraulika dengan menggunakan model aliran unsteady flow pada kala ulang hujan 10 tahun 25 tahun 50 tahun dan 100 tahun dengan kedalaman rata-rata berturut-turut 0 86 m 0 86 m 0 94 m dan 0 98 m. Kemudian luas genangan total berturut-turut 3.764 118 m2 3.833 658 m2 4.259 808 m2 dan 4.437 969 m2. Kemudian terakhir mengenai kecepatan aliran rata-rata berturut-turut ialah 2 44 m/s 2 03 m/s 1 12 m/s dan 0 27 m/s. Langkah selanjutnya setelah diketahui mengenai karakteristik hidrauliknya kemudian dilakukan saran dalam mengatasi banjir sungai yang terdiri dari jangka pendek ke menengah dengan menggunakan bronjong dan block ramps dan jangka menengan ke panjang dengan menggunakan normalisasi sungai yang berupa perubahan tampang sungai dan penambahan tanggul. Keruntuhan tanggul setelah dilakukan normalisai penambahan tanggul yang terjadi pada Sungai Way Laala dikarenakan kecepatan aliran dan kemiringan tanggul. Pola keruntuhan yang terjadi pada Sungai Way Laala berupa bidang segitiga.