Skripsi
Peran pelatihan drama terhadap kualitas pementasan naskah drama “bukan untuk umum” oleh teater pelangi / Puput Nofita Ningrum
Abstrak
Daya tarik sebuah pementasan teater terletak pada kemampuan akting seorang aktor dalam memerankan tokoh sesuai dengan tuntutan naskah hal ini akan menjadi magnet untuk mengundang penonton. Untuk tampil bagus dan menarik di pangung seorang aktor harus menguasai berbagai teknik dan keterampilan seni peran maka dari itu peranan pelatihan drama sebelum pementasan dilaksanakan sangat penting untuk kelangsungan jalannya pementasan. Pelatihan drama menurut Richard Boleslavsky dalam bukunya yang berjudul ldquo Enam Pelajaran Pertama bagi Calon Aktor rdquo menyatakan bahwa untuk menjadi seorang aktor yang baik harus memiliki beberapa hal di antaranya pertama konsentrasi kedua emosi ketiga laku dramatis keempat pengembangan watak kelima observasi dan keenam irama. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Subjek penelitian adalah anggota Teater Pelangi Angkatan 23. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pelatihan dan peranan pelatihan drama terhadap kualitas pementasan ldquo Bukan untuk Umum rdquo oleh Teater Pelangi. Pelatihan yang diterapkan adalah pelatihan fisik vokal konsentrasi emosi laku dramatik pembangunan watak observasi dan irama. Pementasan ldquo Bukan untuk Umum rdquo adalah pementasan perdana yang dibawakan oleh anggota Teater Pelangi Angkatan 23 sebagai pentas aplikasi setelah diterima menjadi keluarga Teater Pelangi yang dipentaskan di Sasana Budaya Universitas Negeri Malang. Naskah ldquo Bukan untuk Umum rdquo berisi nilai sosial yang tergambar jelas dalam naskah. Hasil penelitian menunjukkan terwujudnya peranan pelatihan drama pada kualitas pementasan ldquo Bukan untuk Umum rdquo . Dilihat dari pertama proses pelatihan sebelum pementasan. Kedua peranan pelatihan drama terhadap kualitas pementasan. Dalam penelitian ini terdapat 5 poin latihan yaitu konsentrasi emosi laku dramatis observasi dan irama. Setelah melakukan proses latihan pada naskah ldquo Bukan untuk Umum rdquo karya Agus Fauzi R aktor lebih memahami dan menerapkan 1) mempertahankan konsentrasi 2) penyampaian emosi 3) penyampaian laku dramatis 4) menampilkan hasil observasi dan 5) penyampaian irama permainan saat pementasan ldquo Bukan untuk Umum rdquo berlangsung.